nasional

Opini: Wilson dan Pers Rakyat

Selasa, 17 September 2024 | 22:43 WIB
Syaefudin Simon

Intinya, semua prinsip kerja dan kode etik wartawan profesional, menjadi bagian standar kerja pewarta warga.

Baca Juga: Pesan Yahya Sinwar Kepala Biro Politik Hamas ke Hizbullah, Tegaskan Posisi Perlawanan Palestina

Tentu saja, Wilson dan timnya, rajin berkeliling Indonesia untuk mendidik anggotanya agar memahami dunia pers berikut semua hak dan mewajibannya sebagai pewarta warga.

Maklumlah, anggota PPWI, ada yang pakar dan ada pula yang baru belajar. Meski demikian, mereka punya niat yang sama: menegakkan keadilan dan membebasksn rakyat dari ketakutan, penindasan, dan kezaliman,

Alhamdulilah, saat ini, citizen reporter sudah banyak membantu warga di daerah-daerah dalam menyuarakan keadilan -- ujar Wilson Lalengke, Msc, MA -- ketua umum PPWI itu.

Pria asal Menado ini mengaku, mendirikan PPWI karena banyak masalah di daerah pedalaman, dan terpencil yang tidak terekspose ke publik lantaran tak tersentuh pers mainstream.

Baca Juga: Ketika Prabowo Subianto Memuji AM Hendropriyono

Padahal banyak sekali kasus kriminal, kasus hukum, kasus pelanggaran HAM, pelecehan seksusl, narkoba dan lain-lain di desa-desa yang tak tercium pers, ujar Wilson.

Dari fenomena inilah Wilson menyadari bahwa masa depan jurnalisme tidak akan ditentukan oleh media konvensional yang besar dan berada di pusat kota.

Era digital, dengan semua inovasi teknologinya, termasuk jurnalisme berbasis AI, akan segera mendominasi dunia publikasi.

Bagi Wilson, kondisi ini tak terelakkan. Karena itu, media harus segera beradaptasi. Jika tidak, media tersebut akan ditinggalkan dan lenyap dari peredaran.

Baca Juga: Gerakan Coblos Tiga Paslon Muncul dari Pendukung Anies, Pengamat Sebut Berbahaya Bagi Demokrasi

Dan PPWI berdiri untuk menuju era baru itu. Era di mana setiap orang adalah jurnalis. Setiap orang adalah wartawan yang mampu menulis "warta" dengan baik dan benar.***

Halaman:

Tags

Terkini