EKSKLUSIF: Saksi Sejarah Ceritakan AM Hendropriyono Monitoring Keamanan Tidak Sengaja Bersama Rakyat Temukan Landasan Pesawat Jepang di Lampung

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Kamis, 1 Agustus 2024 | 21:22 WIB
Kolonel Inf (Purn) Sutomo (Batik Coklat) bersama Pimred Senayan Post (Jas Biru) dan 2 (dua) Saksi Sejarah Penemuan Landasan Pacu Pesawat Jepang di Way Kanan Lampung (Mushab Muqoddas)
Kolonel Inf (Purn) Sutomo (Batik Coklat) bersama Pimred Senayan Post (Jas Biru) dan 2 (dua) Saksi Sejarah Penemuan Landasan Pacu Pesawat Jepang di Way Kanan Lampung (Mushab Muqoddas)

 

SENAYANPOST - Setelah kelompok teroris yang berafiliasi dengan Negara Islam Indonesia (NII) berhasil ditindak, Komandan Resor Militer 043 Garuda Hitam Kolonel Inf AM Hendropriyono menggelar operasi memonitoring keamanan teritorial dari gangguan sisa-sisa teroris NII di berbagai daerah di provinsi Lampung. Komandan Resor Militer 043 Garuda Hitam Kolonel Inf AM Hendropriyono yang didampingi Mayor Inf Sutomo Komandan Batalyon Infantri 143/ Tri Wira Eka Jaya menemukan bekas Landasan pacu pesawat Jepang di Way Tuba Lampung. Berikut wawancara Pimpinan Redaksi Senayan Post Mush’ab Muqoddas dengan Kolonel Inf TNI (Purn) Sutomo di Lapangan Udara (Lanud) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) Gatot Subroto pada Rabu 31 Juli 2024.

 

Seperti apa latar belakang penemuan landasan pesawat terbang yang dibangun di masa Jepang ?
Pada akhir tahun 1989 di musim hujan, saya selaku Dan Yonif 143 mendampingi Danrem Bapak AM Hendropriyono berkeliling ke kawasan utara provinsi Lampung memonitoring teritorial Korem 043 Garuda Hitam tentang keamanan dan gangguan teroris NII menggunakan mobil jenis Kijang Roover di Lampung. Ketika di tiba di desa Way Tuba kecamatan Way Tuba kabupaten Way Kanan, tanpa sengaja kami menemukan sebidang tanah yang datar dan landai. Karena telah malam, kami kemudian menginap di rumah kepala desa Bumi Agung yaitu Pak Marwan yang masih keluarga mendiang Mayjen TNI Musannif Ryacudu. Kemudian besoknya, dipimpin langsung oleh Bapak AM Hendropriyono, kami Bersama masyarakat di antaranya Kepala Desa Way Tuba Bapak Dahlan dan sejumlah warganya seperti Seniman, Saropi, Asmiun dan Jono mulai membersihkan tanah datar tersebut. Setelah kami bersihkan kami mencoba menelusuri informasi dari para pinisepuh di Way Tuba terkait sebidang tanah yang datar. Ternyata sebidang tanah datar itu merupakan landasan pacu pesawat terbang yang dibuat di masa Jepang. Beberapa waktu kemudian, atas perintah Bapak AM Hendropriyono kami menelusuri seluruh Lampung. Ternyata Jepang tidak hanya membuat landasan tersembunyi di tengah hutan di kecamatan Way Tuba saja, akan tetapi Jepang membuat 3 (tiga) landasan pesawat tersembunyi di hutan-hutan di Lampung. Tujuan pembangunan landasan-landasan pesawat yang tersembunyi di dalam hutan ini adalah untuk menyerang basis-basis Belanda di Sumatra secara mendadak.

 

Siapa saja pihak yang terlibat dalam pembersihan landasan Jepang tersebut?
Mulanya, kami bersama masyarakat membersihkan rerumputan dan pepohonan di atas landasan pesawat tersebut. Kemudian, Pemerintah Provinsi Lampung memberikan bantuan berupa peralatan untuk menebang pepohonan dan memotong rerumputan, sehingga bentuk landasan pesawat tersebut mulai terlihat. Setelah pohon dan rumput tinggi dibersihkan ternyata landasan tersebut berupa tanah yang dipadatkan seperti pembuatan lapangan tennis dari tanah

 

Apa harapan awal dari penemuan landasan Jepang tersebut ?
Harapan awal dari penemuan bandara ini agar dapat menjadi lapangan udara Korem 043/ Garuda Hitam Lampung khususnya untuk mendukung latihan tempur, mobilisasi prajurit dan pemberangkatan prajurit untuk tugas operasi militer dan tugas operasi non-militer. Kemudian, bandara ini juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk bepergian jauh termasuk ke Jakarta atau kota besar lainnya untuk pertemuan bisnis, kuliah, atau berobat.

 

Bagaimana kelanjutan dari penemuan landasan Jepang tersebut ?
Setelah penemuan dan dibersihkan oleh Danrem 043/Garuda Hitam Kolonel Inf AM Hendropriyono melaporkan ke Gubernur Lampung dan mengajukan permohonan tanah bekas landasan pesawat Jepang sebagai aset Korem 043/ Garuda Hitam dan disetujui. Ketika kami telusuri, ternyata landasan tersebut terpotong oleh jalur tengah Lintas Sumatra. Pemerintah Pusat dalam hal ini Departemen Pekerjaan Umum melalui Dinas PU provinsi Lampung kemudian melakukan kajian yang hasilnya menambah jalur landasan ke arah berlawanan sehingga tidak bertabrakan dengan jalur tengah Lintas Sumatra. Bapak AM Hendropriyono sebagai Danrem 043/Garuda Hitam berkoordinasi dan mencari informasi ke Komandan Lanud Astra Ksetra TNI AU Tulang Bawang Lampung dan hasilnya menyatakan tidak memiliki landasan tersebut, sehingga kemudian Bapak AM Hendropriyono melaporkan kepada Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Edy Sudrajat. Kemudian lapangan udara ini dikelola oleh TNI AD sebagai pendukung latihan tempur di Pusat Pelatihan Tempur TNI AD di Baturaja provinsi Sumatera Selatan.

 

Apa harapan masyarakat atas keberadaan Lanud TNI AD Gatot Subroto dengan upaya Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Way Kanan menjadikannya sebagai bandara sipil ?
Masyarakat khususnya Pemerintah Kabupaten Way Kanan dan Pemerintah Provinsi Lampung sangat ingin memanfaatkan lapangan udara ini untuk penerbangan sipil. Bahkan sudah ada MoU antara Pemprov Lampung, Pemprov Sumatra Selatan, Pemkab Way Kanan Lampung dan Pemkab OKU Sumatra Selatan, akan tetapi sekarang realisasinya belum terlaksana. Pernah maskapai Susi Air masuk di Lanud Gatot Subroto, akan tetapi tidak sesuai harapan masyarakat. Susi Air hanya melayani penerbangan jarak dekat dengan tujuan Bandar Lampung, Palembang dab Bengkulu. Sedangkan masyarakat ingin penerbangan jarak jauh seperti ke Jakarta. Banyak pengusaha sektor pertambangan dan pejabat daerah baik dari provinsi Lampung atau provinsi Sumatra Selatan sering bepergian ke Jakarta.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X