Upaya Netanyahu untuk menunda perundingan muncul di tengah klaim oleh juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby bahwa kesepakatan sudah dekat.
Sebelum berbicara kepada Kongres, Netanyahu menunda keberangkatan tim negosiasi untuk melakukan perundingan di Qatar sambil mengklaim dalam pidatonya bahwa ia melakukan segala daya untuk membawa pulang para tawanan.
Baca Juga: Netanyahu Bakal Sambangi Presiden AS Joe Biden di Tengah Genosida Gaza
"Alih-alih menyatakan di Kongres bahwa Netanyahu menerima kesepakatan yang ada di atas meja, ia justru mencegah penerapannya karena alasan pribadi. Bahkan jika kita diberi tahu tentang lebih banyak orang yang diculik yang meninggal di terowongan, ia akan melanjutkan kampanye humasnya di AS dan akan terus mengulur-ulur waktu," kata Einav Tsengaoker, ibu dari seorang tawanan yang ditawan Hamas
Pemimpin oposisi Israel Benny Gantz juga mengkritik penolakan Netanyahu untuk menerima kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tawanan yang diusulkan oleh negosiator Israel dan diterima oleh Hamas dua bulan lalu.
"Para tawanan tidak punya waktu sehari lagi, dan tidak ada waktu semenit pun," kata Benny Gantz.
Baca Juga: Hamas Sambut Positif Keputusan ICJ soal Pendudukan Israel di Wilayah Palestina, Ini Reaksi Netanyahu
"Kita telah kehilangan seperempat dari tawanan yang masih hidup karena usulan gencatan senjata belum diterima," lanjutnya.
Pakar urusan Israel Hassan Marhej mengatakan kepada Al Mayadeen bahwa pembicaraan tentang kesepakatan pertukaran tawanan 'menjadi sangat jauh' setelah pidato Netanyahu di Kongres AS.***