Baca Juga: Benjamin Netanyahu Bersikeras Bakal Kuasai Perbatasan Gaza dan Mesir, Begini Kata Otoritas Palestina
"Itu adalah yang mereka nak. Semasa itu.. semasa itu tidak ada isu. Tidak ada isu Rohingya jahat, Rohingya macam ini, Rohingya macam.. belum ada, belum ada. Semua hidup dengan tenang," ungkapnya.
Setelah viral kasus Rohingya di Aceh, para pengungsi menerima banyak sentimen negatif di media sosial.
"Belum ada yang maki kami, belum ada yang merasa jijik dengan kami, waktu itu belum ada," katanya.
Zura menceritakan bahwa ada warga Rohingya yang ingin pergi karena sentimen negatif dari warga lokal akibat banyaknya disinformasi dan hoaks.
Baca Juga: AM Hendropriyono Menekankan Pentingnya Mindset Indonesia for the Indonesia pada HUT ke-56 KBWJI
"Mereka tak nak pergi. Kalau tanya pada tahun 2023 semua nak pergi, semua bilang 'Tak apalah, negara kami, pergi ajalah mau buat apa di sini, kita dihina kat di sini," ujarnya.
Zura menceritakan bahwa ibunya pindah ke Amerika Serikat dan merindukan suara azan sebagaimana hal yang biasa di negara muslim.
"Sudah delapan tahun di AS, setiap hari dia bilang 'Sudah azankah?' sebab dia rindu suara azan. Di situ tak ada suara azan," katanya sambil menangis.
"Sewaktu kami memilih.. sewaktu mungkin ibu saya memilih sebab Malaysia ini negara Islam, mungkin," kata Zura.