SENAYAN POST - Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2023, Kombes Pol Donny Charles Go mengungkapkan tidak ada kontak tembak antara anggota Brimob dengan Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
Donny Charles Go menegaskan bahwa tidak ada kontak tembak antara anggota Brimob yang tergabung dalam Operasi Damai Cartenz 2023 yang kabarnya menewaskan enam orang KKB.
Klarifikasi terkait baku tembak antara anggota Brimob dan KKB ini disampaikan oleh Donny Charles Go di tengah kesimpang-siuran informasi.
Baca Juga: Mudik Pakai Motor Vespa, Scooter VIP Beri Jurus Sakti Agar Pemudik Aman dan Nyaman di Perjalanan
Donny menegaskan bahwa belum ada laporan baku tembak yang menewaskan anggota KKB sejumlah enam orang.
"Hingga kini tidak ada laporan tersebut, apalagi hingga menewaskan enam orang anggota KKB," kata Donny Charles Go pada 17 April 2023, dikutip SenayanPost.com dari Antara.
Sampai berita ini dibuat, Donny belum menerima laporan apa pun terkait baku tembak yang diduga terjadi di Nduga tersebut.
Baca Juga: Wawancara Khusus AM Hendropriyono: Merenungkan Kopassus dan Ide Separatis Papua
"Tidak ada laporan terkait peristiwa tersebut," tegasnya.
Di sisi lain, pihaknya juga turut berbelasungkawa atas meninggalnya Pratu Miftahul Arifin.
"Segenap personel Ops Damai Cartenz 2023 menyatakan turut berbelasungkawa atas gugurnya seorang prajurit terbaik TNI di Kabupaten Nduga pasca penyerangan KKB pada Sabtu, 15 April 2023," lanjutnya.
Pratu Miftahul Arifin gugur dalam melaksanakan operasi SAR terhadap pilot Susi Air, Phillip Mehrtens.
Jenazah prajurit TNI tersebut kabarnya tengah dievakuasi dan tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang yang diduga adalah KKB.
Artikel Terkait
Bocoran Preman Pensiun 9 yang Akan Tayang Setelah Lebaran, Musuh dari Cecep Cs masih dari Kelompok Bang Edi?
Aris Nugraha Ungkap Preman Pensiun 9 Kelompok Bang Edi dan Cecep Cs Tidak Lagi Musuhan
Spoiler Awal One Piece 1081: Hasil Pertempuran Blackbeard vs Law, Garp Lawan Mantan Anak Didik!
Wawancara Khusus AM Hendropriyono: Merenungkan Kopassus dan Ide Separatis Papua
Opini: Dedolarisasi untuk Keseimbangan Ekonomi dan Politik Global