BMKG Tanggapi Kemungkinan Gempa Besar di Indonesia, Warga Harus Waspada

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Sabtu, 4 Maret 2023 | 15:06 WIB
Ilustrasi Gempa bumi  (ist)
Ilustrasi Gempa bumi (ist)

SENAYANPOST - Indonesia memang memiliki potensi gempa besar, yang mungkin bisa terjadi di masa depan gempa bumo tersebut bisa terjadi akibat dipicu oleh aktivitas segmen sesar aktif.

Menurut Dwikorita Karnawati, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan sejumlah wilayah yang nantinya bakal berpotensi mengalami bencana itu adalah yang terdekat dari wilayah Jakarta yakni zona Sesar Cimandiri.

Pasalnya, Dwikorita menjelaskan pada zona tersebut khususnya Palabuhan Raty dsn Sukabumi, terdapat Segmen Cimandiri, Nyalindung-Cibeber dan Rajamandala yang mengarah ke Timurlaut-Baratdaya dan menerus ke Teluk Pabuhan Ratu.

Sedangkan, zona sesar utama Cimandiri ini sangat berdekatan dengan jalur Sesar Citarik dan Sesar Cipamingkis yang semua merupakan jalur sesar aktif.

"Gempa kuat dapat terjadi saling picu di zona tektonik yang aktif dan kompleks semacam ini," bilang Dwikorita dkjutip Senayan Post, Sabtu 4 Maret 2023.

Lebih lanjut Dwikorita mengatakan bahwa potensi gempa kuat yang dipicu oleh aktivitas multi segmen sesar aktif yang berdekatan/bersinggungan dapat terjadi di zona Sesar Palu Koro.

"Lainnya ada di zona Sesar Semangko, khususnya Kota Bandar Lampung dan Kotaagung dekat Segmen Kumering Utara, Kumering Selatan, Semangko Barat, dan Semangko Timur berarah Baratlaut-Tenggara dan menerus ke Teluk Semangko," kata Dwikorita

Tak hanya itu, Dwikorita juga mengungkap, zona sesar utama Semangko itu wilayahnya berdekatan dengan jalur Sesar Semangko Graben dan Sesar Ujung Kulon yang mana itu merupakan jalur sesar yang aktif.

Gempa kuat dapat terjadi dan saling picu di zona tektonik yang aktif dan kompleks seperti di Jalur Sesar Semangko, di Selat Sunda ini.

Maka dari itu, BMKG memberikan sebuah contoh gempa yang beberapa waktu lalu baru saja terjadi di negara Turki, gempa tersebut terjadi akibat patahan yang ada di darat.

Ada dua patahan lempeng yang terjadi pada gempa Turki yakni patahan East Anatolian yang bergerak dengan skala lebih dari 7 skala richter, dan dilanjutkan beberapa jam kemudian dengan patahan lainnya di North Atatolian.

Sehingga ada 3 gempa terjadi dalam waktu hampir bersamaan, maka daya rusaknya tinggi.

Dwikorita menjelaskan informasi sial gempa besar yang berpontensi terjadi di Indonesia, bukan semata-mata untuk menakuti, tapi untuk edukasi, seperti kepala daerah setempat harus memperhatikan tata ruang.

Selain itu untuk meminimalisir jatuh korban yang banyak, maka nya sekolah, rumah sakit harus aman dari gempa.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X