Menurut Daryono, aktivitas gempa susulan juga dapat dipengaruhi oleh sejumlah mekanisme lain, antara lain dynamic triggering, perubahan tekanan pori, serta deformasi yang terjadi setelah gempa utama.
"Aktivitas aftershock umumnya mengalami peluruhan terhadap waktu mengikuti pola Omori-Utsu yang bersifat nonlinier," kata dia.
Baca Juga: NTT Pasca Gempa: Seskab Teddy Kawal Pemberangkatan Bantuan Logistik Sebanyak 65 Ton
Ia menambahkan bahwa proses pascagempa juga dapat dipengaruhi oleh dynamic triggering, perubahan tekanan pori, serta deformasi pascagempa.
BMKG sebelumnya mencatat gempa M7,7 yang mengguncang Flores terjadi pada 15 Agustus 2026 dan bersumber dari mekanisme sesar naik pada Flores Back-Arc Thrust. Hingga 20 Agustus pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat 3.394 gempa susulan dengan magnitudo antara M1,1 hingga M6,2.
Rangkaian gempa tersebut menunjukkan bahwa aktivitas tektonik di sekitar sumber gempa masih berlangsung sehingga pemantauan terhadap gempa susulan tetap diperlukan.***
Artikel Terkait
Sama-sama jadi Korban Gempa NTT, Pemilik Toko Ini Gratiskan Susu hingga Popok Bayi untuk Warga
Hari Kelima Pascabencana Gempa Bumi, Pemerintah Kirim 253 Ton Bantuan Logistik ke NTT
NTT Pasca Gempa: Seskab Teddy Kawal Pemberangkatan Bantuan Logistik Sebanyak 65 Ton
Jalankan Instruksi Presiden Seskab Teddy Pimpin Pelepasan Lima Pesawat TNI AU Bawa Bantuan 65 Ton Untuk Korban Gempa di NTT
Wapres Gibran Tekankan Penanganan Gempa NTT Harus Cepat dan Menjangkau Seluruh Warga