Timboel menilai, metode pelatihan tersebut tidak memiliki relevansi dengan tugas dan tanggung jawab yang akan dijalankan para calon pekerja.
"Pelatihan berjalan di atas api bagi calon pekerja BPJS Ketenagakerjaan sangat tidak tepat dan harus disesalkan," kata Timboel dalam keterangannya, pada Jumat.
Baca Juga: Heboh Penggerebekan Rumdin Kalapas Waingapu, Warganet Sebut Kejadian Lawas
"Saya tidak melihat adanya urgensi kegiatan tersebut dalam menunjang pekerjaan mereka di BPJS Ketenagakerjaan," sambungnya.
Di samping itu, Timboel menyoroti, pelatihan tersebut justru berpotensi membahayakan keselamatan calon pekerja dan tidak memberikan perlindungan yang memadai bagi para peserta.
"Saya kira pelatihan tersebut berisiko besar terhadap calon pekerja dan tidak mendukung keselamatan mereka," tandasnya.*
Artikel Terkait
Erick Thohir Teken Perjanjian dengan BPJS Ketenagakerjaan, Ingin Kesejahteraan Wasit Lebih Baik Lagi
Pemerintah Bayarkan Iuran BPJS Kesehatan 146 Juta Jiwa di 2026, Sri Mulyani Sebut Anggaran Capai Rp69 Triliun
Kucurkan Dana Rp20 Triliun ke BPJS Kesehatan, Menkeu Purbaya Jamin Tak Ada Kenaikan Iuran Sampai 2026
Nilai Banyak Orang Salah Persepsi soal Biaya Kesehatan, Dirut BPJS Ali Ghufron Mukti: Dikira Murah, Padahal Mahal
AM Hendropriyono Beri Semangat Direksi BPJS Kesehatan Saat Berkunjung ke Kraton Majapahit Jakarta, Jelaskan Aksara Nusantara Perkokoh Identitas Bangsa