Janji Sudaryono usai Dilantik jadi Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 23 Juli 2026 | 15:01 WIB
Komitmen Sudaryono usai dilantik Kepala BGN yang baru menggantikan Nanik S Deyang yang baru menjabat 1,5 bulan. (Instagram.com/@sudaru_sudaryono)
Komitmen Sudaryono usai dilantik Kepala BGN yang baru menggantikan Nanik S Deyang yang baru menjabat 1,5 bulan. (Instagram.com/@sudaru_sudaryono)

SENAYANPOST - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru untuk menggantikan Nanik S Deyang.

Sudaryono maju menggantikan Nanik S Deyang usai mengumumkan mengundurkan diri untuk fokus pada pengobatan jantung di luar negeri pada Rabu, 22 Juli 2026.

Usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta di hari yang sama, yakni Rabu, 22 Juli 2026, Sudaryono sedikit berbincang dengan awak media dan mengucapkan janji untuk pembenahan BGN yang kini dipimpinnya.

"Ini amanah besar bagi saya karena memang program makan makan bergizi gratis ini adalah program besar, grande, dan satu di antara program prioritas bapak Prabowo Subianto dan Pak Gibran Rakabuming Raka," ucap Sudaryono kepada awak media usai pelantikannya.

Baca Juga: Debat Publik Bakom RI vs BEM UI, Argumen Qodari soal Manfaat Program MBG bagi Dunia Pendidikan

Sudaryono Tegaskan Tak Punya Dapur SPPG dan Lakukan Pembenahan

Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono juga menegaskan bahwa dirinya tak memiliki dapur makan bergizi gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Enggak ada, enggak ada. Saya tidak punya SPPG, saya tidak punya dapur, saya tidak, tidak ada keluarga saya yang punya dapur dan punya SPPG," kata Sudaryono.

Tak hanya itu, Sudaryono juga memastikan bahwa akan membenahi tata kelola BGN agar tidak ada lagi praktik melanggar yang merugikan negara.

"Saya sebagai kepala akan bekerja keras untuk memperbaiki yang memang harus kita perbaiki. Yang tidak transparan harus kita buat transparan," imbuhnya.

Baca Juga: Zulkifli Hasan Kaji Persoalan Program MBG Selama Sebulan, Soroti Dugaan Penyalahgunaan Titik Dapur SPPG

Sehingga menurutnya, perlu sistem pencatatan digital agar setiap aktivitas di BGN bisa terekam dengan baik.

"Bagaimana caranya yang manual bisa secara digital, ada recordnya, dan yang sembunyi-sembunyi tidak boleh lagi terjadi. Semuanya harus terang-benderang," jelasnya lagi.

Tak Hanya Gizi, Sudaryono Ingatkan Penyerapan Hasil Petani untuk MBG

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X