"Sangat disayangkan karena almarhumah menolak dengan jawaban karena sudah ditangani oleh psikiater," kata Rudi kepada awak media di Mapolda NTT pada Sabtu, 4 Juli 2026.
"Padahal andaikata kalau almarhumah berkenan saja bisa kami bantu dan mungkin beda ceritanya, tetapi mungkin sudah jalannya almarhumah," jelasnya.
Lebih lanjut, Rudi mengungkapkan bahwa terapi psikologis sudah direncanakan setelah pihak berwajib menerima laporan tentang intimidasi.
Baca Juga: Wakil Ketua Komisi IX DPR Kecam Dugaan Intimidasi Anggota DPRD terhadap Dokter Icha di NTT
Tim psikologi dari Polda NTT, kata Rudi, untuk mendampingi dan membantu menstabilkan kondisi mental dokter Icha.***
Artikel Terkait
Wakil Ketua Komisi IX DPR Kecam Dugaan Intimidasi Anggota DPRD terhadap Dokter Icha di NTT
Kemenkes Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Dokter Icha, Akan Investigasi Dugaan Intimidasi
Ahli Toksinologi Ungkap Dokter Icha Ketakutan saat Diintimidasi Anggota DPRD Timor Tengah Utara: Ditanya Nama Lengkap untuk Pelaporan
Ekonom Unpad Nilai Penahanan Harga Pertamax Jadi Upaya Pulihkan Margin Pertamina
Strategi Komunikasi Kepala Bakom RI: Membumi dan Berbasis Data saat Tanggapi Isu Kopdes Merah Putih