Pesan AM Hendropriyono Agar Waspada terhadap Adu Domba Rakyat vs Pemerintah

photo author
Hanggi Martyas Laksono, Senayan Post
- Jumat, 19 Juni 2026 | 00:33 WIB
Prof AM Hendropriyono mengajak semua elemen bangsa untuk mewaspadai adu domba rakyat vs pemerintah (Dok. Senayan Post)
Prof AM Hendropriyono mengajak semua elemen bangsa untuk mewaspadai adu domba rakyat vs pemerintah (Dok. Senayan Post)

"Saya menegaskan bahwa saya dan orang-orang yang dekat dengan saya tidak terlibat, tidak mendukung, dan tidak pernah memerintahkan siapa pun untuk melakukan kegiatan yang bertujuan menggulingkan pemerintahan yang sah," tegas AM Hendropriyono.

Dalam negara demokrasi, penyampaian pendapat di muka umum harus tetap berada dalam koridor hukum dan konstitusi.

"Karena itu, segala tuduhan yang mengaitkan saya atau orang-orang di sekitar saya yang beragenda menggulingkan pemerintah tanpa bukti yang sah adalah hoaks dan fitnah yang tidak dapat dipertanggung jawabkan," ujarnya

"Sejak dahulu saya mengabdikan diri kepada negara dalam berbagai penugasan. Prinsip saya tetap sama: menjaga keutuhan NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan stabilitas nasional," tambahnya.

Kritik terhadap kebijakan pemerintah di negara demokrasi manapun tidak boleh bertujuan untuk merebut atau menggulingkan kekuasaan. Karena hal itu bukanlah jalan yang diyakini oleh seorang Hendropriyono.

"Saya mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya pada hoaks dan selalu memeriksa fakta sebelum menyebarkan informasi. Saya tidak pernah dan tidak akan berada di belakang demonstrasi apa pun untuk menggulingkan pemerintah," ungkap Hendropriyono

"Komitmen saya terhadap Sumpah Prajurit sejak masih aktif dulu sampai dengan sudah purnawirawan saat ini adalah menjaga negara, bukan malah merusaknya,"

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut AM Hendropriyono juga menjelaskan soal pandangannya terhadap perbedaan pandangan politik, di dalam lingkaran sebuah keluarga.

Menurut AM Hendroproyono, hubungan keluarga adalah fakta biologis dan sosial, sedangkan pandangan politik adalah pilihan pribadi. Tidak tepat mencampuradukkan keduanya.

Anak, menantu, saudara, besan, maupun kerabat dapat saja memiliki pandangan politik yang berbeda-beda.

Dalam politik, setiap orang bertanggung jawab atas sikap dan tindakannya sendiri, bukan atas hubungan kekeluargaan. Kekerabatan tidak identik dengan kesamaan ideologi.

"Hubungan darah, tidak dapat dijadikan bukti adanya hubungan politik," pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanggi Martyas Laksono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X