KDM Temui AM Hendropriyono, Bahas Revitalisasi Pewayangan dan Moral-Etika guna Mendorong Kemajuan Bangsa

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Senin, 8 Juni 2026 | 22:31 WIB
Pertemuan AM Hendropriyono dengan Kang Dedi Mulyadi pada Senin (8/6/26). (Kilat.com)
Pertemuan AM Hendropriyono dengan Kang Dedi Mulyadi pada Senin (8/6/26). (Kilat.com)

SENAYANPOST - Gubernur Jawa Barat yakni Dedi Mulyadi (KDM) mengunjungi kediaman Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. AM Hendropriyono. Dalam pertemuan tersebut Kang Dedi Mulyadi (KDM) bersama AM Hendropriyono membahas soal revitalisasi pewayangan.

Tak hanya itu, AM Hendropriyono dan KDM juga membahas terkait dengan moral dan etika yang mampu mendorong penguatan peradaban bangsa. Kunjungan Dedi Mulyadi tersebut dilakukan pada Senin, (8/6/26) ke kediaman AM Hendropriyono.

"Ini hanya silaturahmi saja dari Kang Dedi Mulyadi, kita berdiskusi, tukar pikiran soal kebudayaan. Kita punya menteri Fadli Zon sekarang ini kan aktif dalam membina dan memajukan kebudayaan nusantara," terang AM Hendropriyono menjelaskan maksud kedatangan KDM.

Dalam pembahasan tersebut, AM Hendropriyono mengungkapkan bahwa adanya keinginan untuk mengangkat kembali kisah dan lakon dari pewayangan. Pasalnya diketahui baik AM Hendropriyono dan Dedi Mulyadi, keduanya memiliki minat besar terhadap kebudayaan.

Baca Juga: Pesan Haru Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Tinggikan Derajat Orang Tua

"Kita masing-masing, baik saya maupun KDM itu punya passion di kebudayaan. Jadi kita memang ingin mengangkat kembali cerita-cerita, lakon-lakon di pewayangan misalnya wayang kulit dan wayang golek," jelasnya.

Tak hanya itu, AM Hendropriyono juga menjelaskan bahwa adanya niatan untuk menggali filsafat dari nenek moyang terdahulu. Hal tersebut diketahui akan berkaitan dengan moral dan etika.

"Dari situ kita ingin menggali filsafat nenek moyang kita dulu, jadi satu pemikiran dari masyarakat nusantara zaman dulu. Itu akan kita gali kembali supaya masyarakat kita sadar bagaimana melegitimasi moral dan etika, dari agama masing-masing ada. Jadi ada wahyu yang diturunkan oleh Nabi, Rasulullah itu bagaimana manusia sebagai khalifah di nusantara ini, melegitimasi moral dan etika," ungkapnya.

Diketahui bahwa pembahasan yang dilakukan oleh KDM dan AM Hendropriyono cukup panjang. Lantaran pembahasan berfokus terhadap kebudayaan, peradaban, hingga kesenian.

"Itu saja, sekitar itu, gak ada yang lain. Hanya ya memang memakan waktu cukup lama karena kita membahas bukan karena kebudayaan dan peradaban, tapi juga kesenian ya," tandas AM Hendropriyono. *

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Sumber: Kilat.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X