AM Hendropriyono Tegaskan Pentingnya Aksara Nusantara Perkokoh Identitas Bangsa Indonesia

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Kamis, 18 Juni 2026 | 16:07 WIB
Prof AM Hendropriyono menyambut Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada Yogyakarta di Kraton Majapahit Jakarta
Prof AM Hendropriyono menyambut Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada Yogyakarta di Kraton Majapahit Jakarta

 

SENAYANPOST – Dalam sambutannya saat menerima rombongan Dewan Guru Besar (DGB) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kraton Majapahit Jakarta pada Kamis 18 Juni 2026, Ketua Kraton Majapahit Jakarta Jenderal TNI (Purn) Prof Dr Abdullah Makhmud Hendropriyono menegaskan pentingnya Aksara Nusantara sebagai identitas nasional Bangsa Indonesia.

“Generasi sekarang tidak mau belajar Hanacaraka, karena terlalu sulit, kita pendam terlalu dalam, padahal haru skita simplifikasi, agar anak-anak kita mudah mempelajarinya,” ungkapnya.

Kraton Majapahit Jakarta memberikan pelatihan penulisan Aksara Nusantara kepada para pemuda sekitar agar semakin cepat tersosialisasikan sehingga mudah mendaftarkan Aksara Nusantara ke UNESCO.

“Anak-anak muda  ini 4 (empat) kali pertemuan bisa menulis. Saya 6 (enam) hari belajar di rumah bisa. Jika kita sosialisasikan, kita bisa daftarkan ke UNESCO segera mungkin,” harapnya.

Sumpah Pemuda yang telah dideklarasikan pada 28 Oktober 1928 hanya menyebutkan menjunjung tinggi bahasa persatuan, yaitu Bahasa Indonesia, tetapi hanya lisan, bukan tulisan. Hal ini menjadi tantangan bagi identitas kebangsaan Bangsa Indonesia.

“Tulisan belum ada. Ini ancaman serius bagi kita. Karena tidak ada identity asli yang kredibel. Ini bukan ancaman tapi tantangan. Kita harus punya identitas sendiri. Kita punya Aksara Hanacaraka, yang karena perkembangan waktu harus kita modifikasi seperti yang dilakukan oleh Kamboja,” jelasnya.

Setelah diresmikan Presiden Ri Prabowo Subianto pada 7 Mei 2024 saat masih berstatus sebagai presiden terpilih, Kraton Majapahit Jakarta berkontribusi dalam memberikan pembinaan kebudayaan bagi masyarakat sekitar seperti pembelajaran gamelan dan tarian-tarian yang telah digali seperti Tari Gajah Mada. Bahkan saat Bulan Puasa 2026 lalu, menjelang berbuka para ponggawa Kraton Majapahit Jakarta melantunkan Tembang Jawa. (Muqoddas)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X