"Kalau nanti kita sudah mengetahui berapa real penerima manfaat yang menerima dari SPPG tersebut, dampaknya nanti penataan ulang akan begitu," ujarnya.
Penilaian Tak Hanya Berdasarkan Jumlah Penerima Manfaat
BGN juga akan mengubah metode penilaian SPPG. Ke depan, pemberian insentif tidak hanya didasarkan pada jumlah makanan yang disalurkan, tetapi juga memperhatikan kualitas layanan dan keamanan pangan.
Agustina mengatakan setiap dapur akan dinilai berdasarkan sejumlah indikator, termasuk mutu makanan yang disajikan dan kepatuhan terhadap standar keamanan pangan.
Baca Juga: Kejagung Ungkap Dua Klaster Penyidikan Korupsi MBG, Kasus Pengadaan Motor Listrik Jadi Fokus Awal
"Kemudian kita akan tetapkan insentifnya tidak begitu lagi dong, dan tidak sama juga bentuknya," katanya.
"Model dari insentif itu sendiri, kita akan evaluasi bukan sekadar menghasilkan output berapa lalu diberikan, melainkan bagaimana Anda mampu menghasilkan makanan yang berkualitas, standar keamanan pangannya terpenuhi," lanjutnya.
Menurut Agustina, BGN tengah menyusun sejumlah komponen penilaian baru agar pelaksanaan Program MBG lebih efektif, akuntabel, dan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi penerima.
"Jadi kita akan bikin beberapa komposisi untuk penilaian," tuturnya.
Langkah audit dan evaluasi tersebut dilakukan di tengah upaya pemerintah memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis setelah mencuatnya kasus dugaan korupsi yang menyeret sejumlah mantan pejabat Badan Gizi Nasional.***
Artikel Terkait
Kejagung Tetapkan Tersangka Kelima Kasus Korupsi MBG, Terlibat Dalam Dugaan Mark Up Pengadaan Sepeda Motor Listrik
Istana Ungkap akan Ada Pengurangan Anggaran MBG, Mensesneg Prasetyo Hadi Singgung Perbaikan Tata Kelola
Kejagung Ungkap Dua Klaster Penyidikan Korupsi MBG, Kasus Pengadaan Motor Listrik Jadi Fokus Awal
Kapolres Metro Bekasi Bantah Terlibat Kasus Korupsi MBG, Akui Sempat Komunikasi dengan Sony Sonjaya
Kejagung Tetapkan Tersangka Keempat Kasus Korupsi MBG, Ternyata Orang Kepercayaan Eks Wakil BGN Sony Sonjaya