Muhammad Qodari Sebut Buku Presiden Solusi Disusun sebagai Bacaan Populer bagi Masyarakat

photo author
Hanggi Martyas Laksono, Senayan Post
- Selasa, 9 Juni 2026 | 11:19 WIB
Muhammad Qodari, Kepala Bakom RI menjelaskan, buku Presiden Solusi: Problem Solving Ala Prabowo Subianto sebagai bacaan yang ringkas dan mudah dipahami publik (Dok. Promedia)
Muhammad Qodari, Kepala Bakom RI menjelaskan, buku Presiden Solusi: Problem Solving Ala Prabowo Subianto sebagai bacaan yang ringkas dan mudah dipahami publik (Dok. Promedia)

"Presiden kita ini kan hadir untuk masyarakat untuk menjawab persoalan-persoalan bangsa. Bahkan lebih jauh lagi Presiden Prabowo ini melihat persoalan itu bukan hanya di permukaan tapi sampai sangat fundamental, termasuk masalah-masalah yang mungkin selama ini diabaikan atau bahkan tidak terlihat oleh sebagian orang," kata Qodari.

Karena itu, lanjutnya, berbagai persoalan beserta solusi yang telah dijalankan pemerintah perlu dicatat dan disampaikan kepada masyarakat, dalam format yang sederhana agar lebih mudah dipahami publik maupun media.

"Dan permasalahan-permasalahan itu berikut solusinya dalam satu setengah tahun ini kita rasa perlu untuk dicatat, untuk diketahui oleh masyarakat sekaligus juga untuk memberikan gambaran secara mudah bagi publik, bagi media mengenai masalah-masalah apa saja yang muncul dan kemudian diberikan jawabannya," tukasnya.

Sementara itu, Dirgayuza Setiawan mengatakan buku tersebut disusun untuk memetakan secara sistematis berbagai kebijakan yang telah dijalankan Presiden Prabowo, sekaligus memberikan gambaran yang lebih utuh kepada publik mengenai capaian pemerintahan.

Menurutnya, banyaknya program yang diluncurkan dalam waktu relatif singkat mencerminkan semangat Presiden untuk menghadirkan manfaat yang dapat segera dirasakan masyarakat.

"Nah jadi kami mencoba memetakan dan ternyata ada 108 solusi yang sudah dihadirkan oleh Bapak Presiden. Dan memang satu prinsip lagi yang saya merasa perlu kita ceritakan ya Pak Qodari, bapak kita ini, Bapak Presiden kita merasa semua harus di-deliver secepat-cepatnya karena rakyat nggak bisa menunggu," jelas dia.

"Rakyat membutuhkan makan hari ini, rakyat membutuhkan pupuk hari ini, rakyat membutuhkan kemudahan hari ini juga. Sekolah-sekolah perlu di-deliver secepat mungkin. Oleh karena itu itu menjawab kenapa baru 18 bulan sudah begitu banyak solusi yang disampaikan," sambungnya.

Dirgayuza menambahkan, format buku dipilih agar publik lebih mudah memahami berbagai kebijakan yang telah dijalankan pemerintah.

Ia menilai derasnya arus informasi di media sosial, membuat banyak capaian pemerintah tidak terdokumentasikan secara utuh.

"Nah kenapa formatnya buku? Karena saking banyaknya inovasi kebijakan publik yang dilakukan oleh Bapak Presiden dan kapasitas media sosial yang semakin hari semakin sempit dari sisi apa yang bisa disampaikan, publik ini sepertinya lost track. Bahkan mungkin pejabat-pejabat di lingkungan kabinet pun lost track Bapak Presiden sudah melakukan apa aja," ujarnya.

Lebih lanjut, Dirgayuza menegaskan bahwa buku tersebut disusun dengan pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat, dengan menampilkan persoalan yang dihadapi, solusi yang dihadirkan pemerintah, serta data pendukung yang relevan.

"Jadi kami mencoba menyampaikan ini semudah mungkin di dalam buku ini, ini bukan buku kebijakan publik pada umumnya, tidak ada teori-teori di sini, langsung apa yang dipermasalahkan dan apa yang disolusi oleh Presiden satu per satu before-after-nya dan juga data-data statistik yang mendukung," lanjut Dirgayuza.

Asisten Khusus Presiden RI Agung Gumilar Saputra menyampaikan bahwa, buku Presiden Solusi dirancang agar mudah dipahami oleh masyarakat luas.

"Saya kira tidak terlalu banyak yang ingin saya tambahkan. Silakan dilihat sendiri. Buku ini kami desain dan kami rancang supaya mudah dipahami," ujarnya.

Agung menegaskan, pentingnya melihat berbagai kebijakan dan capaian pemerintah berdasarkan data dan fakta yang utuh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanggi Martyas Laksono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X