Dendam Kalah Game, Siswa SMP di Singkawang Pukul Teman Pakai Palu

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Senin, 25 Mei 2026 | 15:58 WIB
Viral kasus pemukulan anak SMP di Singkawang oleh temannya sendiri menggunakan palu. (Threads/ftmh_azzhr)
Viral kasus pemukulan anak SMP di Singkawang oleh temannya sendiri menggunakan palu. (Threads/ftmh_azzhr)

SENAYANPOST - Seorang siswa SMP di Singkawang, Kalimantan Barat menjadi korban pemukulan yang dilakukan salah satu temannya.

Korban berinisial W (12) mengalami pecah tempurung kelapa setelah dipukul menggunakan palu oleh temannya. Aksi pemukulan tersebut diduga karena perselisihan gara-gara main game.

“Gara-gara pelaku selalu kalah main game, jadi dendam sama si korban. Semenjak itu pelaku suka nyari ribut sama korban tapi korban gak ladenin karena merasa pelaku temen baiknya,” tulis akun Threads @ftmh_azzhr yang diunggah pada Senin, (25/5/26).

Dalam utas tersebut turut dibagikan foto tangkapan layar pesan WhatsApp dan diduga pelaku sudah berencana untuk melancarkan aksinya tersebut kepada korban.

“Aku pecahin kepala W bah. Tengkoraknya pecah. Aku pukul sendiri pakai palu. Sekali pukul doang langsung lemas dia, aku pukul diam-diam,” tulis dalam pesan chat tersebut.

Baca Juga: Eks Karyawan Kuliti WO Marwah: Gaji Telat 4 Bulan, Malah Diancam UU ITE

Sembunyikan Palu di Sweater

Pesan chat lain yang diunggah juga mengungkap bahwa palu yang digunakan, disembunyikan oleh pelaku di balik sweater. Ia lebih dulu mengajak korban berbincang sebelum melayangkan pukulan kepada korban.

“Aku sembunyikan palu di sweaterku. Aku pura-pura ngobrol sama dia, terus langsung pukul,” lanjutnya.

Akibat pukulan yang diterima dari pelaku, W mengalami luka serius di bagian kepala dan menyebabkan tempurung kepalanya pecah.

Oleh karena itu, korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD Abdul Aziz dan melakukan pengobatan jangka panjang. Pukulan tersebut juga memberi pengaruh pada kondisi fisiknya.

Baca Juga: Gedung Pernikahan Kosong Melompong, Pengantin Korban WO Marwah Bekasi Lapor Polisi

Menurut keterangan dari ibu korban, Chinusha, selain luka di kepala, W juga mengalami kesulitan gerak secara normal pada kakinya.

Chinusha juga mengaku ada kesulitan biaya, terlebih rekomendasi medis untuk pengobatan jangka panjang. Ia berharap ada iktikad baik dari keluarga pelaku untuk bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X