Baca Juga: Anggota DPR RI Usul Guru Honorer Dihapus dan Diangkat Jadi ASN
“Jadi, dr MAA tidak menggunakan jilbab, mengenakan celana pendek dan atasan baju seragam scrub. Setelah ditanya, dr MAA menjawab ingin berangkat kerja. Kondisinya sudah confused, linglung, mungkin hipoksia,” tambahnya.
Mulai Jalani Perawatan Medis hingga Meninggal Dunia
Dokter Myta dirawat di rumah sakit tempatnya bekerja pada 15 hingga 20 April 2026 dan diizinkan pulang.
Sehari setelah pulang, dr Myta mengeluhkan kesehatannya kembali menurun sampai akhirnya keluarga membawa ke Rumah Sakit Mattaher Jambi pada 21 April 2026.
Tiga hari dirawat dan merasa sehat, ia kembali melanjutkan aktivitas internship pada 24 April 2026, tapi dokter pembimbing memberinya izin untuk beristirahat.
Baca Juga: Heboh 'Geng Preman' Wanita Penumpang KRL Stasiun Depok Lama yang Eksis Sejak 12 Tahun Lalu
Dokter Myta sempat dirawat selama 2 jam di Klinik Ismada sebelum keluarga memutuskan untuk merujuk ke RSUP Mohammad Hoesin.
Ia langsung dirawat di ruang isolasi infeksi pada 27 April 2026 dan masuk ICU karena membutuhkan bantuan pernapasan karena kondisinya terus menurun.
Nyawa dr Myta tidak tertolong setelah dirawat beberapa hari di ICU Rumah Sakit Mohammad Hoesin dan meninggal dunia pada 1 Mei 2026. *
Artikel Terkait
Nilai Banyak Orang Salah Persepsi soal Biaya Kesehatan, Dirut BPJS Ali Ghufron Mukti: Dikira Murah, Padahal Mahal
Penyaluran THR 3,2 Juta Pensiunan ASN Berjalan Lancar, TASPEN Siapkan Layanan Kesehatan hingga Sembako
Kemenkes Catat Penurunan Kasus Campak Nasional Sebesar 93 Persen Sejak Awal 2026
Kemenkes Jelaskan Kronologi Kematian Dokter Magang di Cianjur Akibat Komplikasi Campak
Kemenkes Investigasi Kematian dr. Myta Aprilia: Ancaman Sanksi Pembekuan Fasilitas Kesehatan Jika Terbukti Lalai