Kemhan: Washington dan Jakarta Bahas Proposal Izin Penerbangan Militer AS

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 13 April 2026 | 23:02 WIB
Kemhan ungkap saat ini Indonesia dan AS tengah bicarakan proposal izin penerbangan militer AS belum lama ini. (Instagram.com/@presidenrepublikindonesia)
Kemhan ungkap saat ini Indonesia dan AS tengah bicarakan proposal izin penerbangan militer AS belum lama ini. (Instagram.com/@presidenrepublikindonesia)

SENAYANPOST - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI mengonfirmasi bahwa Indonesia dan Amerika Serikat (AS) tengah membahas proposal izin penerbangan militer.

Proposal tersebut berisikan izin akses kepada pesawat militer AS di wilayah udara Indonesia.

Sejauh ini, Kemenhan mengatakan bahwa belum ada kesepakatan yang tercapai mengenai hal tersebut.

Sebelumnya ramai dikabarkan bahwa AS menginginkan 'akses semalam penuh' untuk pesawat militer Amerika melalui wilayah udara Indonesia.

Baca Juga: Prabowo Subianto Terbang ke Rusia Bakal Temui Vladimir Putin, Ada Apa?

Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Reuters, kabar ini diberitakan di beberapa media pada hari Minggu, menambahkan bahwa Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah menyetujui proposal tersebut.

Menanggapi laporan tersebut, Kemenhan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kedua negara masih membahas 'Surat Pernyataan Niat', dan bahwa hanya ada draf awal yang sedang dibahas secara internal.

Draf tersebut belum final dan tidak mengikat, tambah kementerian.

Kementerian tersebut mengatakan bahwa kendali atas wilayah udara Indonesia adalah milik Indonesia, dan menambahkan bahwa kesepakatan dengan negara lain akan melindungi kedaulatan Indonesia dan mematuhi hukum Indonesia.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dijadwalkan bertemu dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin pada hari Senin, menurut sebuah pengumuman yang dikeluarkan oleh pemerintah AS.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X