SENAYANPOST - Pasangan suami istri Rd Bely Rizki Natakusumah dan Risti Yuni Lestari dianugerahkan gelar kebangsawanan dari Kraton Majapahit Jakarta saat melangsungkan prosesi pernikan pada Minggu 25 Januari 2026.
Rd Berly Rizki Natakusumah, dianugerahkan gelar Gusti Pangeran Prawiraningrat dan Risti Yuni Lestari sebagai Kanjeng Raden Ayu Prawiraningrat.
Anuregah bangsawan tersebut, diserahkan oleh Sultan Cevi Yusuf Isnendar Al-Banjari, Raja Kebudayaan Banjar Kalimantan di Kraton Majapahit Jakarta.
Mengenakan pakaian adat replika dari masa Kerajaan Majapahit zaman dulu, Pangeran Cevi didampingi sang istri dikawal oleh Putra Putri Sekar Kedaton menyerahkan gelar bangsawan untuk keduanya.
Menurut pangeran Cevi, gelar itu nantinya akan resmi dicatat oleh negara serta dapat dicantumkan ke dalam KTP Paspor setelah melakukan pelaporan ke Disdukcapil setempat.
“Gelar kebangsawanan ini mengikuti kaidah Majapahit. Pemberian gelar ini nanti resmi dicatat negara. Gelar kawa bisa dipakai di KTP dan Paspor imbah setelah daftar di dukcapil,” sambungnya.
Pada acara itu, tamu undangan yang hadir berasal dari sejumlah kalangan pejabat negara Indonesia hingga pejabat luar negeri.
Diketahui berdasarkan sejarah, Kesultanan Banjar memiliki keterkaitan erat dengan Kerajaan Majapahit.
Hubungan tersebut tidak dapat dipisahkan dari masa lampau, termasuk garis keturunan Sultan Suryansyah yang merupakan salah satu cucu dari Raja Brawijaya .
Keberadaan Raja Kebudayaan Banjar Kalimantan di Keraton Majapahit, tidak terlepas dari kondisi Keraton Banjar yang dibumihanguskan oleh Belanda pada Juni 1860, hingga kini pun belum dibangun kembali.
Atas kepedulian Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Abdullah Mahmud Hendropriyono, kesultanan Banjar untuk sementara bertempat di Keraton Majapahit Jakarta yang juga telah menyerahkan data-data keabsahan Raja Kebudayaan Banjar Kalimantan kepada Kementerian Kebudayaan.
Berdasarkan proses tersebut, penobatan Raja Kebudayaan Banjar Kalimantan dilaksanakan pada Mei 2025.
Pemberian gelar kebangsawanan ini dikaitkan dengan nilai-nilai budaya masa lalu, di mana prosesi penting seperti pernikahan dilaksanakan di kediaman resmi sebagai simbol kehormatan.