Alasan Pemerintah Pusat Tak Tetapkan Status Bencana Nasional, Ini Kata Prabowo

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 1 Januari 2026 | 19:03 WIB
Presiden Prabowo Subianto ungkap alasan pemerintah tak tetapkan status bencana nasional setelah terjadi banjir dan longsor di Sumatera. (Tangkap layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto ungkap alasan pemerintah tak tetapkan status bencana nasional setelah terjadi banjir dan longsor di Sumatera. (Tangkap layar YouTube Sekretariat Presiden)

SENAYANPOST - Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara terkait penetapan status bencana nasional yang banyak dibicarakan di berbagai platform media sosial.

Mulai dari masyarakat biasa hingga akademisi bertanya-tanya mengapa pemerintah tidak menetapkan status bencana nasional usai tiga provinsi di Sumatera dilanda banjir bandang dan tanah longsor.

Penjelasan tersebut akhirnya terungkap saat Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas (ratas) usai memantau progres pembangunan 600 hunian di Aceh Tamiang.

"Masih ada yang mempersoalkan kenapa tidak bencana nasional, ya masalahnya adalah kita punya 38 provinsi, masalah ini berdampak di tiga provinsi, masih ada 35 provinsi lain. Jadi, kalau kita tiga provinsi sebagai negara kita mampu menghadapi, ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional," kata Prabowo Subianto pada 1 Januari 2026, dikutip SenayanPost.com dari Antara.

Baca Juga: Prabowo Pimpin Ratas di Aceh Tamiang, Singgung soal Bantuan: Hanya Mekanisme dan Prosedurnya Harus Jelas

Prabowo lebih lanjut menjelaskan bahwa keputusan tidak menetapkan status bencana nasional didasarkan atas pertimbangan kemampuan negara dalam menangani dampak bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Meskipun demikian, pemerintah tidak menganggap enteng penanganan sekaligus dampak dari bencana tersebut.

Justru itu, kata Prabowo, pemerintah memandang hal ini sangat serius.

Ia menyebut keterlibatan langsung kementerian dan lembaga terkait yang menunjukkan keseriusan pemerintah.

Baca Juga: Pembangunan Jembatan Bailey Aceh dan Operasional Personil TNI di Kawasan Terdampak Bencana Dibiayai oleh Negara

"Tidak berarti kita tidak memandang ini sebagai hal yang sangat serius. Nyatanya, dari seluruh kabinet, hari ini ada berapa menteri di sini ya kan, dua sedang di Aceh Utara, 10 menteri sedang di Aceh sekarang, ada berapa menteri lagi yang sedang di tempat lain," lanjutnya.

Presiden Prabowo mengatakan pemerintah bekerja sepenuh tenaga untuk membantu penanganan pascabencana di lapangan.

Pemerintah juga memiliki anggaran yang cukup besar untuk mengatasi masalah ini.

"Kita memandang sangat serius dan kita akan habis-habisan untuk membantu ya. Kita sudah siapkan anggaran cukup besar untuk mengatasi ini," tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X