Bantuan untuk Tapteng dan Sibolga Lewat Jalur Aceh, Pemprov Sumut Minta Masyarakat Bersabar

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 1 Desember 2025 | 20:03 WIB
Gubernur Sumut Bobby Nasution meminta warga bersabar menunggu bantuan untuk Tapanuli Tengah dan Sibolga yang terdampak banjir dan longsor. (Instagram.com/@bobbynst)
Gubernur Sumut Bobby Nasution meminta warga bersabar menunggu bantuan untuk Tapanuli Tengah dan Sibolga yang terdampak banjir dan longsor. (Instagram.com/@bobbynst)

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, meminta masyarakat untuk bersabar karena pemerintah sedang berupaya untuk membuka akses agar distribusi lancar.

Ia juga mengklaim bahwa bantuan cukup memadai, hanya akses yang masih menjadi kendalanya.

"Pemerintah ini baik dari pusat maupun daerah provinsi, itu logistik cukup. Cuma mau menyampaikan ke sana itu sebetulnya yang belum bisa," ucap Surya di Medan pada Minggu,30 November 2025.

Baca Juga: Pratikno Ungkap Skenario Pemulihan Bencana Sumatera, Sebut soal Hunian bagi Warga Terdampak Banjir dan Longsor

Oleh karena itu, kata Surya, distribusi untuk daerah terisolir tersebut akan dilakukan melalui jalur Subulussalam, Aceh.

"Maka kita dari Sumatera Utara itu mengambil jalur ke arah Subulussalam, kalau dari yang normal udah nggak bisa. Itu pun kendaraannya hanya kecil," imbuhnya.

Kepala BNPB Sebut Penjarahan untuk Mengambil Bahan Makan, Bukan Merusak

Secara terpisah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan bahwa masyarakat mengambil makanan tanpa niat jahat.

"Tentu saja kita yakin dan percaya bukan niatnya jahat tapi karena takut, mungkin karena memang sudah beberapa jam atau mungkin ada yang belum makan dari beberapa hari gitu sehingga terkesan begitu," ujar Suharyanto dalam konferensi pers di Tapanuli Utara pada Minggu, 30 November 2025.

Baca Juga: Tembok Asrama Pesantren Najmul Hidayah Al Aziziyah di Bireuen Aceh Ambruk, Diduga Jebol Gegara Banjir Bandang

"Itu mereka mengambil bahan makanan. Jadi bukan menjarah atau merusak, memecahkan kaca, dan sebagainya, tidak," tuturnya.

BNPB pun mengakui Tapanuli Tengah dan Sibolga menjadi wilayah paling parah di Sumatera Utara dengan akses yang masih terputus hingga saat ini.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X