SENAYANPOST - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Rabu 26 November 2025 menggelar Sekolah Pemikiran dipandu langsung oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB Hanif Dakhiri yang pernah menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja 2014-2019 dan saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi XI DPR RI yang membidani bidang keuangan dan perbankan.
Sekolah Pemikiran kali ini membahas pemikiran ekonomi Prof Soemitro Djojohadikusumo menghadirkan langsung Mantan Gubernur Bank Indonesia Prof Soedradjad Djiwandono yang merupakan menantu dari Prof Soemitro Djojohadikusumo dan Begawan Pemikir Bapak Prof Fachry Ali yang banyak mengulas pemikiran ekonomi Prof Soemitro Djojohadikusumo yang moderat dan selalu sesuai dengan perkembangan zaman.
Prof Soedradjad Djiwandono mengungkapkan bahwa latar belakang pemikiran Prof Soemitro Djojohadikusumo adalah kondisi keterpurukan ekonomi kalangan bawah khususnya petani kecil yang semakin terpuruk dari dekresi ekonomi di dekade 1930-an hingga saat ini.
"Teori ekonomi klasik bahwa negara adalah wasit yang berakibat depresi di dekade 1930-an mengakibatkan teori itu tidak berlaku. Bagi Prof Soemitro, akhirnya negara harus campur tangan. Pemikiran ini dipratekkan oleh Pak Mitro sejak Kabinet Wilopo dan Kabinet Burhanuddin Harahap. Prof Soemitro berusaha keras mencari dana untuk pembangunan di era Soekarno dan di era Soeharto" jelasnya.
Sementara itu, Prof Fachry Ali mengungkapkan bahwa gagasan Prof Soemitro Djojohadikusumo adalah statecraft, di mana kebijakan ekonomi hanya akan berjalan oleh pemerintahan yang bersih dan untuk mencerdaskan mengangkat derajat hidup masyarakat.
"Pemikiran Soemitro masih relevan untuk menjelaskan kondisi ekonomi dengan berkembangnya demokrasi. Ini kebetulan dengan kebijakan Sekolah Rakyat bisa dicari asal usulnya dari pemikiran Pak Mitro, bahwa rakyat harus cerdas dan demokrasi berkembang tidak dibeli dengan bansos (bantuan sosial)," ungkapnya. (Muqoddas)