Hubungan Prabowo–Lula: Babak Baru Diplomasi Ekonomi Global South

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Jumat, 24 Oktober 2025 | 07:58 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto bersalaman dengan Presiden Brasil Lula da Silva  (Foto: Gorajuara/ dok: Tim Media Presiden Prabowo)
Presiden RI Prabowo Subianto bersalaman dengan Presiden Brasil Lula da Silva (Foto: Gorajuara/ dok: Tim Media Presiden Prabowo)


Menuju Ekonomi Global yang Berimbang

Hubungan Prabowo–Lula menunjukkan bahwa diplomasi ekonomi masa depan tidak lagi ditentukan oleh kekuatan modal semata, melainkan oleh solidaritas dan keseimbangan moral antara negara-negara berkembang. Ketika Lula menyerukan integrasi perdagangan intra-BRICS untuk melawan proteksionisme global, Prabowo menegaskan pentingnya keadilan dan kedaulatan ekonomi. Keduanya berbicara dalam bahasa yang sama: pembangunan harus berpusat pada manusia, bukan hanya pada pasar.

Sinergi ini membuka peluang baru bagi Indonesia untuk menjadi penghubung antara Asia dan Amerika Latin, sekaligus mitra strategis Afrika Selatan dalam menciptakan rantai nilai baru di kawasan Selatan. Dalam jangka panjang, hubungan Prabowo–Lula dapat menjadi salah satu fondasi paling penting bagi tatanan ekonomi multipolar yang lebih berimbang dan berkeadilan.


Daftar Referensi

1. East Asia Forum. Indonesia’s BRICS accession underscored by Prabowo’s self-interest. (2025).

2. TV BRICS. President of Brazil: Indonesia stands as crucial partner for Brazil in efforts to solidify position of Global South. (2025).

3. Reuters. Brazil’s Lula calls tighter trade ties in BRICS as tariffs bite. (2025).

4. Setkab.go.id. President Prabowo reaffirms commitment to strengthening relations with South Africa. (2025).

5. Xinhua English News. Indonesia, South Africa pledge to deepen economic cooperation. (2025).

6. Africa Business Insider. Trade tensions push South Africa toward uncharted partnerships with Indonesia and Brazil.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X