'Tot Tot Wuk Wuk' Jadi Sindiran yang Terdengar Kocak namun Sarat Kritikan Keras Pengguna Jalan Raya di Indonesia

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 21 September 2025 | 10:33 WIB
Menyoroti fenomena Tot Tot Wuk Wuk yang mencuri perhatian publik di Indonesia, sindiran penggunaan sirene dan lampu strobo. (X.com/@Rudi_Komunita)
Menyoroti fenomena Tot Tot Wuk Wuk yang mencuri perhatian publik di Indonesia, sindiran penggunaan sirene dan lampu strobo. (X.com/@Rudi_Komunita)

Pihak Istana RI melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi meminta seluruh pejabat agar tidak semena-mena saat memakai fasilitas sirene dan strobo ketika di jalan raya.

Hal tersebut diutarakan Prasetyo saat merespons gerakan penolakan masyarakat berupa gerakan "Stop Tot Tot Wuk Wuk" yang ramai di media sosial.

Baca Juga: Operation Proletariat False Flag: A Strategy of Western Capitalism

Prasetyo menegaskan, pihaknya sudah memberikan surat edaran kepada pejabat negara agar memperhatikan kepatutan dalam penggunaan strobo.

Tentunya kita harus memperhatikan kepatutan, kemudian memperhatikan ketertiban masyarakat pengguna jalan yang lain," ujarnya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat, 19 September 2025.

"Sehingga bukan berarti menggunakan fasilitas tersebut, jangan semena-mena atau semau-maunya itu," imbuhnya.

2. Presiden Juga Ikut Bermacet-macet

Dalam keadaan tertentu, Mensesneg menyoroti fasilitas sirene tersebut memang boleh dipergunakan. Hanya saja, Prasetyo menegaskan penggunaan sirene dan strobo harus menghormati pengguna jalan lainnya.

"Sekali lagi yang bisa kita lakukan, yang terus menerus kita himbau bahwa fasilitas-fasilitas tersebut, jangan digunakan untuk sesuatu yang meliputi batas-batas wajar," tuturnya dalam kesempatan yang sama.

Baca Juga: Kasus Dugaan Pembobolan RDN BCA Jadi Sorotan, Sekuritas Rugi Rp70 Miliar

Prasetyo lantas mencontohkan, Presiden RI, Prabowo Subianto yang tidak melulu menyalakan sirene dan strobo saat mendapat pengawalan. Bahkan, kata dia, Prabowo juga tidak jarang harus mengalami macet di jalan bersama pengguna jalan lainnya.

"Presiden memberikan contoh, bahwa beliau sendiri, dalam mendapatkan pengawalan di dalam berlalu lintas, itu juga sering ikut bermacet-macet," terangnya.

"Kalaupun lampu merah juga berhenti, ketika tidak ada sesuatu yang sangat terburu-buru mencapai tempat tertentu," katanya.

3. Kakorlantas Siap Evaluasi

Terpisah, Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas), Polri Irjen Agus Suryonugroho juga sempat menyoroti ramainya penolakan "Tot Tot Wuk Wuk" yang menjadi masukan dan bahan evaluasi bagi pihaknya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X