Presiden Prabowo Cium Bendera Merah Putih Sebelum Dikibarkan pada Upacara HUT RI ke-80

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Minggu, 17 Agustus 2025 | 13:41 WIB
Presiden Prabowo Subianto mencium bendera Merah Putih sebelum upacara peringatan HUT ke 80 Kemerdekaan Republik Indonesia. (BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto mencium bendera Merah Putih sebelum upacara peringatan HUT ke 80 Kemerdekaan Republik Indonesia. (BPMI Setpres)

SENAYANPOST — Momen khidmat tercipta di Istana Merdeka pada Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi, Minggu (17/8). Presiden RI Prabowo Subianto mencium bendera Merah Putih sebelum diserahkan kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Gestur itu dilakukan dengan penuh hormat, sebelum Sang Saka dikibarkan di langit Ibu Kota.

Simbol penghormatan itu pun menjadi sorotan, menghadirkan nuansa baru dalam tradisi kenegaraan.

Usai menerima bendera dari Presiden, Paskibraka menyerahkannya kepada pengibar. Adalah Farrel Argantha Irawan, siswa SMA Highscope Indonesia TB Simatupang asal DKI Jakarta, yang dipercaya untuk mengibarkan bendera. Kehadiran Farrel di barisan utama menjadi simbol semangat pemuda kota metropolitan yang ikut menjaga kehormatan bangsa.

Upacara kali ini juga disaksikan langsung oleh Presiden RI ke-7 Joko Widodo dan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Keduanya duduk tidak jauh dari posisi Prabowo, menyaksikan jalannya pengibaran bendera bersama para tamu undangan.

Ketika Merah Putih perlahan naik ke puncak tiang, seluruh hadirin berdiri tegak. Lagu kebangsaan Indonesia Raya bergema, diikuti sikap hormat dari ribuan pasang mata yang hadir.

Setelah prosesi selesai, ratusan burung merpati putih dilepaskan di area Istana Merdeka diikuti seruan para tamu undangan. Burung-burung itu terbang beriringan di langit Jakarta, menambah kesyahduan peringatan kemerdekaan, sekaligus melambangkan harapan akan perdamaian dan persatuan bangsa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X