AM Hendropriyono Ungkap Abolisi dan Amnesti Buka Ruang Refleksi Etika Kekuasaan dan Kemanusiaan Hukum

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Selasa, 5 Agustus 2025 | 08:20 WIB


Adakah nilai positif lain dari sisi demokrasi?

Tentu. Kasus ini menjadi semacam "laboratorium demokrasi", tempat kita menguji apakah:

Lembaga negara lain (DPR, MA, publik sipil) berfungsi sebagai pengimbang atau tidak.

Media dan masyarakat sipil mampu membedakan antara pencitraan dan substansi hukum.

Rakyat belajar bahwa pemaafan politik pun harus dipertanggungjawabkan secara etis.

 

Lantas bagaimana kita menyikapi secara dewasa?


Dengan kritis namun tidak reaktif. Kita perlu mendengar dari berbagai perspektif tapi yang terpenting, kita sebagai kaum intelektual harus tetap menjaga jarak dari fanatisme politik, dan mendorong pendewasaan hukum, kekuasaan, dan kesadaran publik.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X