Amanat Dubes Iran kepada Insan Pers untuk Jujur dalam Isu Palestina: Iran Menghormati Hamas Tidak Menganggap Hamas sebagai Proxy
SENAYANPOST - Duta Besar Republik Islam Iran meminta insan pers di Indonesia untuk berlaku jujur dalam memberitakan perkembangan kondisi Palestina, dan tidak meniru media-media yang berafiliasi dengan Zionis-Israel yang memutar-balikkan fakta dengan menyebut Rakyat Palestina sebagai pihak yang penindas dan Israel sebagai pihak yang tertindas.
Pesan ini disampaikan dalam acara iftar bersama di rumah dinasnya di Jl Madiun kawasan Menteng kota Jakarta Pusat pada Senin 24 Maret 2025 untuk memperingati Hari Al Quds Internasional.
"Amanah kita adalah melindungi opini publik, jangan sampai posisi ditindas digantikan dengan posisi yang menindas. Tentu, media-media yang berafiliasi dengan sistem imprealis akan menyebut genosida Israel sebagai pembelaan diri," tegasnya.
Media-media Barat selalu memiliki kontradiksi dan standar ganda dalam pemberitaan. Jika terdapat Umat Islam yang menjadi korban kekerasan diberitakan biasa saja. Adapun jika ada warga Amerika Serikat atau warga Israel yang menjadi korban diberitakan seolah ada pelanggaran hak asasi manusia berskala besar.
"Kita harus terus berupaya jangan sampai kezaliman atas Umat Islam dianggap hal biasa. Jika warga AS atau Israel dibunuh dianggap hal luar biasa," ungkapnya.
Dubes Iran menyayangkan sejumlah media massa yang menyebut Hamas sebagai proxy Iran, padahal Pemerintah Iran sangat menghormati Hamas dan elemen-elemen politik Palestina lainnya sebagai pejuang yang mempertahankan tanah kelahiran mereka.
"Salah satu hal yang kami dengar adalah kelompok perlawanan seperti Hamas disebut sebagai proxy. Ini tidak hormat kepada mereka. Ini narasi rezim Zionis. Mereka berdiri atas tujuan membela tanah air mereka. Kami mendukung mereka, bukan mereka di bawah dan disuruh Iran," jelasnya.
Sebagaimana konsitusi Republik Indonesia menyebutkan keterlibatan Pemerintah Indonesia dalam ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, konstitusi Iran juga mengharuskan politik luar negeri Pemerintah Iran untuk menolong Umat Islam yang tertindas.
"Kami bersama Indonesia mendukung Palestina. Indonesia memperjuangkan pihak yang tertindas," tambahnya.
Dubes Iran menyampaikan kebanggannya dapat ditempatkan untuk bertugas di Indonesia, karena Pemerintah Indonesia dan rakyat Indonesia bersama ormas-ormas Islam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.
"Saya sangat gembira ditugaskan di Indonesia yang berdiri di kebenaran mendukung Palestina. Ini mendekatkan Indonesia dan Iran. Saya mengapresiasi pemerintah, ormas islam mendukung keteguhan Bangsa Palestina," pungkasnya
Hari Al Quds Internasional merupakan gagasan pendiri Republik Islam Iran Ayatullah Imam Khumaini RA yang digelar setiap Hari Jum'at terakhir di bulan suci Ramadan setiap tahunnya, sebagai bentuk doa dan solidaritas untuk rakyat Palestina. (Muqoddas)