SENAYANPOST – Rina Saadah, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB bicara soal petani muda dalam program cetak sawah di Kementerian Pertanian.
Setidaknya ada 3 juta hektar lahan untuk swasembada pangan.
Program tersebut akan melibatkan 225 ribu petani muda.
Baca Juga: Tanpa Koordinasi Mandor, Seorang Pekerja Sub-Kontrak PT Panca Putra Sesama Alami Kecelakaan
"Tadi disampaikan setiap 200 hektar lahan akan dikelola oleh 15 orang. Nah kalau dihitung ada sekitar 225 ribu orang yang akan mengelola 3 juta hektar lahan," kata Rina Saadah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR dengan Kementerian Pertanian (Kementan).
"Bagaimana optimalisasi keseimbangan antara SDM dan luas lahan. Serta seperti apa efisiensi keberlanjutan program bagi petani milenial," ujarnya.
Rina Saadah memberi apresiasi terhadap kebijakan Menteri Pertanian Amran yang telah menghentikan impor daging domba.
"Antara target dan realisasi capaiannya cukup tinggi di atas 85 persen. Maka harus terus dipertahankan pola pendampingan dan kebijakan strategis ini," ucap Rina.
"Dalam program swasembada pangan perlu dioptimalisasi pendampingan. Seperti penguatan teknologi modern," ucap Rina.
Rina Saadah memberi saran supaya Kementan bekerjasama dengan sejumlah negara yang berpengalaman.
Baca Juga: Tidak Kenal Letih, Dubes Palestina Galang Dukungan dan Solidaritas untuk Palestina
"Misalnya dengan Cina sebagai penghasil beras terbesar di dunia, selain penghasil jagung, gandum dan sayuran. Atau Amerika Serikat yang memanfaatkan teknologi GPS, robotika dan pertanian presisi," pungkasnya.
***
Artikel Terkait
Momen Gagah Presiden Prabowo Sapa Masyarakat di Malam Tahun Baru Naik Maung Garuda
Presiden Prabowo akan Hapus Utang Sekitar 1 Juta Pelaku UMKM Totalnya Rp 14 T
Pesan dari Siswa SD pada Kertas yang Kena Minyak untuk Presiden Prabowo
Yuk Kenali Virus HMPV yang Ternyata Sudah Masuk di Indonesia dan Menyerang Anak-anak
Presiden Prabowo Gelontorkan Uang Pribadi untuk Program Makan Bergizi Gratis, Ini Alasannya