Namun pada sisi lain, pemerintah kurang sigap dalam membangun pasar yang sangat strategis untuk kepentingan rakyat. Padahal, pemerintah menjanjikan sekitar 14 ribu pasar. Demikian juga rencana pembangunan “toll laut“ untuk memperlancar arus distribusi barang dan jasa antara pulau Jawa dan luar Jawa juga belum terwujud. Sebabnya tidak lain karena pejabat yang kurang kredibel dan juga terjadinya kebocoran anggaran sebagai akibat dari kecenderungan sikap pragmatis.
Pragmatisme memang diperlukan, tetapi idealisme menyangkut kepentingan rakyat adalah hal yang paling utama. Tanpa itu, pragmatisme akan menjebak dirinya sendiri.