Yayasan Buka Suara soal Kelaikan Bus Study Tour SMK Lingga Kencana Depok Usai Kecelakaan di Ciater

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 13 Mei 2024 | 15:11 WIB
Yayasan yang menaungi SMK Lingga Kencana Depok serahkan kepada pihak berwenang terkait kelaikan bus study tour usai kecelakaan di Ciater. (Dokumentasi Yayasan Kesejahteraan Sosial)
Yayasan yang menaungi SMK Lingga Kencana Depok serahkan kepada pihak berwenang terkait kelaikan bus study tour usai kecelakaan di Ciater. (Dokumentasi Yayasan Kesejahteraan Sosial)

SENAYANPOST - Yayasan Kesejahteraan Sosial yang menaungi SMK Lingga Kencana Depok buka suara soal kelaikan bus yang digunakan study tour para siswa yang berakhir kecelakaan maut di Ciater, Subang.

Dian Nurfarida selaku Ketua Bidang Informasi Yayasan Kesejahteraan Sosial menerangkan bahwa pihaknya akan menyerahkan kepada polisi terkait kelaikan bus yang digunakan para siswa dan guru untuk study tour ini.

Lebih lanjut, Dian menyampaikan bahwa pihak SMK Lingga Kencana Depok menyewa PO bus Trans Putera Fajar secara resmi.

"Kami serahkan ke polisi untuk melakukan pengecekan," kata Dian Nurfarida pada 12 Mei 2024, dikutip SenayanPost.com dari Antara.

Baca Juga: Buntut Kecelakaan Maut di Ciater, Yayasan Panggil Panitia Study Tour SMK Lingga Kencana Depok

Dian menerangkan bahwa sekolah sudah yakin saat itu menggunakan PO tersebut untuk study tour.

"Penyewaan dilakukan dengan resmi. Kami dari awal sudah sangat yakin dengan PO ini," lanjutnya.

Pihaknya juga cepat tanggap dan berkoordinasi dengan pihak terkait hingga kecelakaan bisa tertangani dengan baik termasuk proses evakuasi hingga pemakaman para korban.

"Yayasan koordinasi dengan pihak terkait sehingga kecelakaan bisa ditangani dengan baik dan cepat," katanya.

Wali Kota Depok pun langsung menemui para siswa yang selamat usai insiden nahas tersebut terjadi.

Baca Juga: Keluarga Korban Kecelakaan Ciater Buka Suara soal Kondisi Bus yang Ditumpangi Rombongan SMK Lingga Kencana Depok

"Siswa selamat telah disambut oleh pak Wali Kota dini hari. Mudah-mudahan mereka diberikan kekuatan atas musibah ini," harapnya.

Sementara itu, Pejabat Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin berharap tragedi kecelakaan di Ciater yang menimpa siswa dan guru SMK Lingga Kencana Depok menjadi yang terakhir.

"Keselamatan, termasuk para siswa, guru yang utama jangan sampai terulang lagi, kami berharap ini terakhir terjadi, di Jawa Barat maupun nasional," kata Bey Machmudin pada 13 Mei 2024.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X