Di sisi lain, Ukraina sedang berusaha bernegosiasi untuk bisa diterima sebagai anggota NATO.
Baca Juga: Anak Tamara Bleszynski, Teuku Rassya Maju Caleg DPR RI
Namun, orang-orang penting NATO mengatakan pihaknya masih mempertimbangkan keanggotaan Ukraina sebagai bagian dari aliansi militer pertahanan tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy terus mendorong para petinggi NATO agar mempercepat penerimaan keanggotaan Ukraina.
"Kami pulang dengan hasil yang baik untuk negara kami, dan yang terpenting, untuk para pejuang kami. Penguatan yang bagus dengan senjata," cuit Zelenskyy pada 13 Juli 2023, sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari Twitter pribadinya.
Baca Juga: Al Ghazali dan El Rumi Gabung Gerindra, Idolakan Parpol besutan Prabowo Subianto
Setidaknya, Ukraina akan terus mendapatkan pasokan senjata dari negara-negara anggota NATO.
"Ini sangat penting: untuk pertama kalinya sejak kemerdekaan, kami telah membentuk landasan keamanan untuk Ukraina dalam perjalanan menuju NATO," lanjutnya.
Menurutnya, Ukraina akan lebih 'aman' jika bergabung dengan aliansi militer besar ini.
Baca Juga: Presiden Jokowi Bocorkan Jadwal Penunjukan Pj Gubernur Jawa Tengah Gantikan Ganjar Pranowo
"Ini adalah jaminan keamanan konkret yang dikonfirmasi oleh 7 negara demokrasi teratas di dunia. Belum pernah kami memiliki landasan keamanan seperti itu, dan ini adalah level G7," ungkapnya.
Dengan begitu, Ukraina mungkin akan terbebas dari pengaruh Rusia yang selama ini membayang-bayangi.
"Di atas fondasi ini, kami akan membangun arsitektur perjanjian keamanan bilateral baru yang mengikat secara hukum dengan negara-negara paling kuat," jelas Zelenskyy yang diketahui diundang dalam pertemuan KTT NATO di Lituania.***