SENAYANPOST- Pertukaran tawanan perang antara Pemerintah Yaman dengan Milisi Al Houthi terus dilakukan setelah mencairnya hubungan Arab Saudi dan Iran yang difasilitasi oleh China.
Kepala Dewan Komando Kepresidenan Yaman Rasyad Al Ulaimi menganggap bahwa pertukaran tawanan antara Pemerintah Yaman dengan Milisi Al Houthi merupakan jalan harapan untuk mewujudkan perdamaian di Yaman.
“Kami berharap pertukaran ratusan tawanan ini menjadi jalan damai yang integral dan adil serta dapat mewujdukan perdamaian yang diinginkan seluruh Rakyat Yaman,” jelasnya.
Pertukaran tawanan antara Pemerintah Yaman dengan Milisi Al Houthi tidak terlepas dari peran dan dorongan Arab Saudi agar krisis Yaman segera selesai dengan jalur dialog yang lebih damai.
Pada Minggu, 16 April 2023, Menlu Yaman Ahmad bin Mubarak bertemu dengan Dubes Arab Saudi untuk Yaman Muhammad Al Jabir di Riyadh, ibukota Arab Saudi, membahas perkembangan proses jalan damai untuk Yaman.
“Kerajaan Arab Saudi sangat berperan besar dalam menciptakan perdamaian di Yaman juga mendorong pihak-pihak regional dan internasional agar menekan Al Houthi untuk menghentikan peperangan dengan solusi politik yang integral dan berkelanjutan,” jelasnya.
Aliansi Arab dalam informasi yang diliris oleh Anatolia Agency Turki pada Senin, 17 April 2023, melakukan pertukaran sebanyak 104 tawanan dengan Milisi Al Houthi yang difasilitasi oleh Palang Merah Internasional.
Pemerintah Yaman dan Milisi Al Houthi pada Senin, 20 Maret 2023 lalu, telah bersepakat untuk melakukan pertukaran sebanyak 887 tawanan dari kedua belah pihak. (Muqoddas).