"Kami merasa terhormat untuk menghadirkan Open Iftar ke Stamford Bridge, pada kesempatan peringatan 10 tahun kami," jelasnya.
Dengan tema khusus, Omar berharap acara ini mendorong inklusivitas dan komunikasi dari berbagai latar belakang.
"Tema 2023 kami 'Kepemilikan', dan bekerja dalam kemitraan dengan Chelsea FC yang telah mendorong inklusivitas dalam sepak bola. Sedemikian rupa, "Pride of London" akan menjadi klub Liga Premier pertama dalam sejarah yang menyelenggarakan acara Open Iftar," ungkapnya.
Baginya, sepak bola dan bulan Ramadhan bisa menyatukan berbagai orang dari berbagai latar belakang.
Baca Juga: Prediksi Real Madrid vs Liverpool di Liga Champions 16 Maret 2023, Lengkap dengan Berita Tim dan H2H
"Sepak bola dan Ramadhan menyatukan orang-orang untuk berbagi pengalaman dan kami sangat senang berbagi perayaan penting ini dengan para pendukung sepak bola dari semua latar belakang, yang mewakili komunitas komunitas," jelasnya.
Ramadhan akan diakui di Chelsea FC dan Chelsea Foundation sebagai bagian dari kampanye No To Hate, yang merupakan program kesetaraan, keragaman, dan inklusi.
Klub yang menargetkan kebencian dan diskriminasi serta bertujuan untuk mengedukasi semua pemangku kepentingan di dalam dan di luar Chelsea FC dan sepak bola.
Baca Juga: Setelah Surati Kepala BIN Soal Tenaga Kerja Ilegal Romo Paschal Ditangkap Polisi
Mempromosikan toleransi beragama adalah salah satu area fokus utama No To Hate, dengan festival keagamaan lainnya disorot sepanjang tahun kalender.
Simon Taylor, kepala Yayasan Chelsea juga memberikan tanggapannya soal acara ini.
"Saya senang mengumumkan Open Iftar kami bersamaan dengan Ramadhan Tent Project dan kami sangat bangga menjadi klub Premier League pertama yang melakukannya," kata Simon Taylor.
Baca Juga: Jajal AUKUS dan Incar China, Amerika Serikat Ungkap Rencana Kapal Selam Tenaga Nuklir Australia
Acara ini mendorong untuk toleransi beragama, khususnya yang ada di Kota London.