SENAYANPOST – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Komoro Fikriyudin Mahmud pada Minggu, 26 Februari 2023, melalui situs berita Al Wathan berbahasa Prancis, mengumumkan bahwa Ikhwanul Muslimin termasuk dalam daftar 69 organisasi teroris.
“Komoro harus memberikan sinyal yang kuat akan kesiapannya dalam memerangi terorisme dalam segala bentuknya, termasuk semua organisasi yang terlibat dalam pendanaan terorisme,” tegasnya.
Keputusan tersebut dikeluarkan pada Kamis, 9 Februari 2023, berdasarkan peraturan UU No. 4 Tahun 21 terkait terorisme dan tindak pidana pencucian uang yang disahkan oleh Parlemen Komoro pada Juni 2021 lalu.
Selain Ikhwanul Muslimin, Komoro juga memasukkan Hizbullah Lebanon, Al Hautsi Yaman, ISIS, Boko Haram, Al Qaeda, Al Shabab, dan sindikat bajak laut dalam daftar organisasi terorisme yang kemudian diserahkan kepada Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) dan Uni Afrika.
Melalui keputusan tersebut, Pemerintah Komoro berwenang untuk menyita segala aset organisasi dan perusahaan yang terlibat dengan organisasi-organisasi teroris, termasuk sejumlah hotel yang berkaitan dengan tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin di Moroni, ibukota Komoro.
Diperkirakan, salah satu alasan dimasukkannya Ikhwanul Muslimin dalam daftar organisasi teroris oleh Pemerintah Komoro karena kedekatan Ikhwanul Muslimin dengan elemen-elemen Kiri-Baru di Prancis dan sejumlah Negara Eropa. Diketahui, Pemerintah Komoro menolak kebijakan Prancis yang memasukkan Pulau Mayotte dalam wilayah kekuasaan Prancis, dan kebijakan ini didukung oleh Uni Eropa pada tahun 2014 lalu.
Komoro merupakan negara dengan nama resmi Republik Islam Federasi Komoro yang terletak di antara dataran Benua Afrika dan Madagaskar. Komoro terdiri dari empat pulau yaitu Komoro Besar, Moheli, Anjounan dan Mayotte. Komoro merdeka dari Prancis pada tahun 1975 akan tetapi pulau Mayotte masih diklaim oleh Prancis sebagai wilayahnya.
Pada Sabtu, 18 Agustus 2023, Presiden Komoro Ghazali Utsmani menerima estafet kepemimpinan Uni Afrika dari Presiden Senegal Maki Sal. Banyak pihak berharap kedekatan Presiden Komoro Ghazali Utsmani dengan sejumlah penguasa dan pengusaha di Negara Teluk, dapat membantu perekonomian Benua Afrika. (Muqoddas).