SENAYANPOST - Jutaan orang memadati Grand Mosalla Teheran pada Minggu untuk mengikuti salat jenazah Ayatollah Sayyed Ali Khamenei beserta anggota keluarganya yang gugur.
Upacara tersebut menjadi salah satu pertemuan publik terbesar dalam sejarah Republik Islam Iran.
Prosesi salat jenazah menandai hari kedua masa berkabung nasional selama enam hari yang ditetapkan pemerintah Iran.
Sejak Sabtu, para pelayat telah memadati kawasan Grand Mosalla untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin tertinggi Iran tersebut.
Jenazah Ayatollah Khamenei tiba di kompleks Grand Mosalla didampingi anggota keluarganya menjelang pelaksanaan salat jenazah.
Baca Juga: Iran Bersiap Gelar Pemakaman Ayatollah Khamenei, Pengamanan Diperketat
Upacara dipimpin oleh Sheikh Jaafar Sobhani dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi Iran, di antaranya Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, Kepala Kehakiman Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, serta jajaran pejabat sipil dan militer.
Putra-putra Ayatollah Khamenei juga turut hadir dalam prosesi tersebut.
Sebelum salat jenazah dimulai, lagu kebangsaan Iran dikumandangkan, disusul penghormatan militer kepada jenazah Ayatollah Khamenei.
Dalam prosesi itu, massa beberapa kali meneriakkan slogan yang menyerukan pembalasan atas kematian Ayatollah Khamenei.
Para pelayat juga membawa bendera merah, bendera nasional Iran, serta berbagai spanduk yang melambangkan tuntutan atas apa yang mereka sebut sebagai ketidakadilan terhadap bangsa Iran.
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Mayadeen English pada 5 Juli 2026, menurut otoritas Iran, jutaan orang menghadiri upacara tersebut, termasuk delegasi resmi dari berbagai negara, tokoh-tokoh kelompok Perlawanan, ulama, dan peserta yang disebut berasal dari lebih dari 100 negara.