Menurut Saud, Teheran menginginkan pencabutan sanksi, akses terhadap aset-aset Iran yang selama ini dibekukan di luar negeri, jaminan atas kedaulatan dan keamanan nasional, serta perlindungan terhadap program nuklir sipilnya.
"Iran terutama berfokus pada pencabutan sanksi, akses terhadap aset yang dibekukan, jaminan kedaulatan dan keamanan, serta perlindungan terhadap program nuklir sipilnya," ujarnya.
Trump Bantah Laporan Media Iran
Sebelumnya, sejumlah media Iran melaporkan rincian kesepakatan yang disebut tengah dibahas antara Teheran dan Washington.
Namun laporan tersebut dibantah oleh Presiden AS Donald Trump yang menolak klaim bahwa kesepakatan sudah berada pada tahap yang digambarkan media Iran.
Meski demikian, Saud tidak menutup kemungkinan kedua negara tetap mampu mencapai bentuk kesepakatan tertentu dalam waktu dekat.
Menurut dia, jika kesepakatan komprehensif gagal diwujudkan dalam waktu yang dapat diperkirakan, setidaknya masih ada peluang tercapainya kesepakatan sementara atau terbatas.
"Dalam skenario terburuk sekalipun, saya memperkirakan masih akan ada kesepakatan sementara atau terbatas antara pemerintahan Trump dan Iran mengingat besarnya krisis yang sedang membayangi," katanya.
Araghchi: Nota Kesepahaman Islamabad Semakin Dekat
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengisyaratkan bahwa proses negosiasi terus bergerak maju.
Melalui unggahan di media sosial X, Araghchi menyatakan bahwa Nota Kesepahaman Islamabad belum pernah sedekat ini dengan tahap penyelesaian.
"Nota Kesepahaman Islamabad tidak pernah sedekat ini untuk tercapai," tulis Araghchi.
Ia menambahkan bahwa seluruh rincian kesepakatan akan diumumkan kepada publik pada waktu yang tepat.***