SENAYANPOST - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas pertahanan Iran di sekitar Selat Hormuz sebagai respons atas insiden penembakan jatuh helikopter Apache milik Angkatan Darat AS.
Menurut pernyataan CENTCOM, serangan tersebut menyasar sistem pertahanan udara, stasiun kendali darat, dan radar pengawasan yang berada di wilayah strategis dekat Selat Hormuz.
CENTCOM menyebut operasi itu sebagai 'balasan yang proporsional' atas jatuhnya helikopter Apache AS.
Media lokal Iran melaporkan aktivitas pertahanan udara meningkat di sejumlah wilayah, termasuk Sirik, Jask, Qeshm, dan Bandar Abbas, setelah serangan tersebut terjadi.
Iran Tegaskan Akan Membalas
Menanggapi serangan AS, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak akan membiarkan serangan terhadap negaranya tanpa respons.
"Angkatan bersenjata kami yang kuat tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa balasan," tulis Araghchi melalui akun X pada 10 Juni 2026, dikutip SenayanPost.com dari Sputnik.
Sebelumnya, Araghchi juga memperingatkan pasukan Amerika Serikat agar meninggalkan kawasan apabila ingin terhindar dari ancaman konflik.
"Pergilah dari wilayah kami jika Anda ingin aman," tulisnya dalam peringatan yang ditujukan kepada pasukan AS.
Baca Juga: Iran Serang Sasaran Militer Israel, Teheran: Hak Membela Diri Tak Bisa Ditawar
Iran Klaim Serang Pangkalan Militer AS di Bahrain dan Yordania
Tak lama setelah serangan CENTCOM, Iran mengklaim telah melancarkan operasi balasan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.