internasional

Di Tengah Ketegangan, Donald Trump Akui AS Picu Eskalasi dengan Iran

Kamis, 4 Juni 2026 | 20:02 WIB
Presiden AS Donald Trump akui picu eskalasi dengan Iran di tengah perundingan kesepakatan damai dan gencatan senjata. (Instagram.com/@potus)

Pernyataan tersebut memperkuat sinyal yang sebelumnya beberapa kali disampaikan Trump bahwa peluang tercapainya kesepakatan baru dengan Iran masih terbuka.

Baca Juga: Iran akan Gelar Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Qom, dan Mashhad

Trump Tetapkan Garis Merah

Sementara itu, sejumlah media Amerika Serikat melaporkan bahwa Trump secara pribadi telah menetapkan batas yang dapat memicu berakhirnya gencatan senjata dengan Iran.

Mengutip pejabat AS, laporan tersebut menyebut Trump mengatakan kepada para pembantunya bahwa ia akan mempertimbangkan penghentian gencatan senjata apabila Iran membunuh personel militer Amerika Serikat.

Meski demikian, Trump disebut masih menganggap gencatan senjata yang berlaku saat ini belum sepenuhnya runtuh, meskipun telah terjadi sejumlah insiden militer dan aksi balasan di kawasan.

Gencatan Senjata Belum Hentikan Pertempuran

Trump juga mengakui bahwa istilah gencatan senjata di kawasan Timur Tengah tidak selalu berarti penghentian total aktivitas militer.

"Di bagian dunia itu, gencatan senjata adalah ketika Anda menembak dengan cara yang lebih moderat," ujarnya.

Baca Juga: AS dan Iran Menuju Kesepakatan, Trump Tetap Ancam Pertahankan Blokade

Pernyataan tersebut muncul lebih dari tiga bulan setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran meningkat menyusul operasi militer Washington terhadap Teheran.

Hingga kini, pembahasan mengenai kemungkinan nota kesepahaman atau perjanjian baru antara kedua negara masih berlangsung, meskipun belum menghasilkan kesepakatan final.

Di sisi lain, berbagai insiden militer yang terjadi di kawasan terus menimbulkan pertanyaan mengenai ketahanan gencatan senjata dan masa depan hubungan antara Washington dan Teheran.***

Halaman:

Tags

Terkini