SENAYANPOST - Sebuah pesawat tempur Amerika Serikat menembakkan rudal ke arah sebuah kapal kargo di Teluk Oman dalam upaya menegakkan blokade terhadap Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyatakan bahwa pasukan mereka berhasil melumpuhkan kapal yang berusaha menembus blokade di dekat Selat Hormuz tersebut.
Insiden terbaru ini terjadi di tengah kegagalan perundingan damai dalam mencapai terobosan, meskipun para pejabat Amerika Serikat sempat menyampaikan optimisme mereka pada pekan lalu.
Menurut keterangan CENTCOM, kapal kargo bernama M/V Lian Star yang berbendera Gambia tersebut mengabaikan lebih dari 20 peringatan pada hari Jumat (29/5/26) saat berlayar menuju salah satu pelabuhan Iran.
Baca Juga: Trump Perketat Syarat Damai, Ancam Serang Iran Secara Militer
Melalui platform X pada hari Sabtu (30/5/26), CENTCOM memberikan pernyataan resmi mengenai tindakan militer yang mereka ambil.
"Sebuah pesawat Amerika Serikat melumpuhkan kapal tersebut dengan menembakkan rudal Hellfire ke ruang mesin kapal setelah awak Lian Star gagal mematuhinya. Kapal itu tidak lagi berlayar menuju Iran," tulis pernyataan tersebut.
Terkait kondisi terkini kapal tersebut, kantor berita AP yang mengutip seorang pejabat Amerika Serikat melaporkan bahwa M/V Lian Star saat ini masih terombang-ambing di laut. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa pasukan Amerika Serikat tidak naik ke atas kapal itu.
Menurut data dari CENTCOM, sejak memberlakukan blokade sepihak terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sepekan setelah gencatan senjata bulan April, Amerika Serikat telah melumpuhkan lima kapal komersial dan mengalihkan rute 116 kapal lainnya.
Baca Juga: Link Nonton dan Spoiler Filing for Love Episode 12 Sub Indo, Tayang Terakhir Malam Ini!
Ketegangan di perairan vital ini bermula ketika Iran menutup jalur air tersebut bagi kapal-kapal dari negara yang mereka anggap bermusuhan, sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.
Jalur perairan ini sangat krusial karena biasanya menangani sekitar 25 persen dari total perdagangan minyak laut global dan 20 persen pengiriman gas alam cair (LNG).
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melanjutkan operasi militer kecuali Iran menerima syarat-syaratnya, sebuah tuntutan yang telah ditolak mentah-mentah oleh Teheran karena dianggap tidak dapat diterima.
Pihak militer Iran pun merespons keras situasi yang terus memanas ini. Laksamana Habibollah Sayyari, Wakil Komandan Tentara Iran untuk urusan koordinasi, menegaskan kesiapan pasukannya dalam menghadapi segala bentuk tekanan.