Baca Juga: Benjamin Netanyahu dan Donald Trump Bahas Iran di Tengah Laporan Persiapan Serangan Baru
Panggilan Regional Trump
Sebelumnya pada hari Minggu, Sharif memuji Presiden AS Donald Trump atas apa yang digambarkannya sebagai 'upaya luar biasa' yang bertujuan untuk memajukan inisiatif perdamaian di kawasan tersebut.
Perdana Menteri Pakistan juga menyebutkan panggilan telepon yang 'sangat bermanfaat dan produktif' yang melibatkan para pemimpin dan pejabat dari Pakistan, Arab Saudi, Qatar, Turki, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Yordania.
Trump kemudian mengkonfirmasi percakapan tersebut di Truth Social, mengatakan bahwa diskusi berfokus pada Iran dan upaya perdamaian yang lebih luas di kawasan tersebut.
Baca Juga: Kementerian Pertahanan Iran: Angkatan Bersenjata Siap Hadapi Agresi Baru AS dan Israel
"Marsekal Lapangan Syed Asim Munir mewakili Pakistan dalam panggilan telepon tersebut dan saya sangat menghargai upaya tak kenal lelahnya selama seluruh proses," tulis PM Shehbaz.
Ia menambahkan bahwa diskusi tersebut memberikan kesempatan yang bermanfaat untuk bertukar pandangan tentang situasi regional saat ini dan bagaimana memajukan upaya perdamaian yang sedang berlangsung untuk membawa perdamaian abadi di kawasan tersebut.
"Pakistan akan melanjutkan upaya perdamaiannya dengan ketulusan yang maksimal dan kami berharap dapat menjadi tuan rumah putaran pembicaraan berikutnya segera," tambahnya.
Optimisme Diplomatik
Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar juga menyambut baik kontak diplomatik tersebut, menggambarkannya sebagai tanda yang menggembirakan bagi stabilitas regional.
Baca Juga: Presiden AS Donald Trump Sebut Iran Hancur, Laporan CIA Justru Ungkap Hal Ini
Dalam pernyataan yang diunggah di X, Dar memuji 'komitmen Trump terhadap dialog dan diplomasi' dan menggambarkan diskusi tersebut sebagai 'langkah signifikan menuju tujuan bersama perdamaian regional, stabilitas, dan hasil diplomatik yang cepat'.
Ia juga mengakui peran yang dimainkan oleh Antonio Guterres dan beberapa pemerintah regional yang terlibat dalam upaya mediasi.
"Pencapaian negosiasi ini memberikan dasar untuk optimisme bahwa hasil yang positif dan berkelanjutan dapat dicapai," tulis Wakil Perdana Menteri.