internasional

Pakistan Isyaratkan Kemungkinan Pembicaraan Baru antara AS dan Iran di Islamabad

Senin, 25 Mei 2026 | 20:05 WIB
Pakistan isyaratkan pembicaraan baru antara AS dan Iran yang kemungkinan akan diselenggarakan di Islamabad. (X.com/@ForeignOfficePk)

SENAYANPOST - Pakistan mengisyaratkan kemungkinan pembicaraan baru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di tengah gencatan senjata yang rapuh.

Hal ini disampaikan oleh Pakistan pada Minggu bahwa kontak diplomatik baru antara Iran dan AS mungkin akan segera dilanjutkan.

Lebih lanjut, para pejabat di Islamabad menyatakan harapan bahwa ibu kota Pakistan dapat sekali lagi menjadi tuan rumah negosiasi antara kedua pihak.

Sementara itu, Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyatakan harapan Islamabad untuk memfasilitasi putaran dialog lain 'segera' setelah indikasi bahwa Teheran dan Washington semakin mendekati kemungkinan kesepahaman yang bertujuan untuk mengakhiri perang.

Baca Juga: Iran Ajukan Proposal Baru ke AS: Tuntut Ganti Rugi hingga Penarikan Pasukan Amerika

Namun, para pejabat yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa belum ada pengaturan formal yang diselesaikan untuk pertemuan tersebut.

Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Mayadeen English pada 25 Mei 2026, seorang pejabat yang dekat dengan perdana menteri Pakistan mengatakan Sharif menerima 'indikasi serius' selama kunjungannya ke Tiongkok, yang menunjukkan bahwa diskusi tingkat delegasi antara AS dan Iran dapat segera berlangsung di Pakistan.

Pada saat yang sama, pejabat senior lainnya membantah klaim bahwa persiapan telah dilakukan.

"Perdana Menteri saat ini berada di Tiongkok dan tidak ada pengaturan seperti itu yang dibuat di sini… Tampaknya putaran dialog berikutnya tidak akan segera terjadi," kata seorang pejabat senior Kantor Perdana Menteri.

Baca Juga: Di Tengah Kebuntuan Negosiasi AS dan Iran, Harga Minyak Tembus 110 Dolar per Barel

Upaya Diplomasi Regional

Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas diplomatik yang melibatkan beberapa negara regional yang berupaya mencegah eskalasi lebih lanjut setelah berminggu-minggu agresi yang dipimpin AS.

Pakistan sebelumnya menjadi tuan rumah kontak tidak langsung antara pejabat AS dan Iran pada bulan April, ketika Wakil Presiden AS JD Vance melakukan perjalanan ke Islamabad untuk pembicaraan yang terkait dengan tokoh-tokoh senior Iran, termasuk Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Sumber yang dikutip dalam laporan tersebut mengatakan pemerintah Pakistan dapat mulai mengatur putaran diplomatik baru setelah Sharif kembali dari Beijing, meskipun belum ada jadwal yang dikonfirmasi secara resmi.

Halaman:

Tags

Terkini