internasional

Dubes AS: Presiden Sementara Suriah Buka Peluang Normalisasi dengan Israel Penjajah

Senin, 20 April 2026 | 06:00 WIB
Suriah di bawah Presiden Ahmad Al Sharaa dikabarkan buka peluang normalisasi dengan Israel penjajah. (t.me/SyPresidency)

SENAYANPOST - Duta Besar Amerika Serikat untuk Turki, Thomas Barrack, menyatakan bahwa Presiden sementara Suriah Ahmed Al Sharaa tidak melihat adanya masalah dengan Israel, di tengah dinamika kawasan yang terus berkembang.

Pernyataan tersebut disampaikan Barrack dalam forum Antalya Diplomacy Forum belum lama ini.

"Presiden sementara Suriah Ahmed Al-Sharaa mengatakan bahwa tidak ada masalah dengan Israel," ujar Barrack pada 17 April 2026, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.

Ia menambahkan bahwa Suriah saat ini tengah mengarah pada pembentukan kesepakatan dengan Israel, baik dalam bentuk perjanjian non-agresi maupun normalisasi hubungan.

Baca Juga: Pemerintah Suriah Capai Kesepakatan dengan SDF, AS Umumkan Berakhirnya Kerja Sama dengan Pemimpin Kurdi

"Suriah sedang menuju kesepakatan non-agresi dan normalisasi dengan Israel," lanjutnya.

Pernyataan ini muncul setelah perubahan besar di Suriah menyusul tergulingnya Presiden Bashar Al Assad pada Desember 2024.

Di tengah transisi tersebut, Israel dilaporkan meningkatkan aktivitas militernya di wilayah Suriah, termasuk melintasi garis demarkasi lama dan memperluas kontrol di luar wilayah Dataran Tinggi Golan yang telah lama diduduki.

Meski demikian, Barrack menilai pemerintah sementara Suriah memilih untuk tidak merespons secara militer terhadap langkah-langkah tersebut.

"Suriah menunjukkan sikap yang sangat baik dengan tidak terlibat dalam konflik dengan Israel meskipun terjadi pelanggaran tersebut," katanya.

Baca Juga: Laporan NYT: Loyalis Bashar Al Assad Berencana Goyang Pemerintah Baru Suriah di Bawah Ahmad Al Sharaa

Perkembangan ini menandai potensi perubahan signifikan dalam peta hubungan kawasan, khususnya jika proses normalisasi antara Suriah dan Israel benar-benar terwujud.***

Tags

Terkini