internasional

Bank Jerman Sebut Perang AS dan Israel di Iran Bisa Lemahkan Petrodolar

Jumat, 27 Maret 2026 | 18:03 WIB
Ilustrasi, perang AS dan Israel terhadap Iran bisa memicu dominasi petrodolar menurut sebuah bank di Jerman belum lama ini. (Unsplash.com/Vladimir Solomianyi)

SENAYANPOST - Sebuah bank di Jerman, Deutsche Bank, menyebutkan bahwa perang AS-Israel di Iran dapat mengantarkan berakhirnya petrodolar, pilar utama kekuatan finansial AS di dunia.

"Pentingnya strategis Timur Tengah bagi peran dolar sebagai mata uang cadangan dunia tidak boleh diremehkan. Konflik saat ini dapat menguji fondasi rezim petrodolar," tulis peneliti Deutsche Bank, Mallika Sachdeva, dalam laporan khusus minggu ini pada 26 Maret 2026, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.

Petrodolar lahir dari kesepakatan antara AS dan negara-negara Teluk, di mana negara-negara Teluk menjual minyak mereka kepada pelanggan di seluruh dunia dalam dolar AS dan, sebagai imbalannya, menginvestasikan kembali hasil tersebut di AS.

Baca Juga: Laporan: AS Usulkan Pembicaraan JD Vance dengan Ketua Parlemen Iran, Turki Jadi Salah Satu Perantara

Cara paling umum yang dilakukan negara-negara Teluk adalah dengan membeli obligasi pemerintah AS (US Treasuries), yang umumnya membantu menjaga suku bunga tetap rendah.

Hal itu memungkinkan warga Amerika dan pemerintah AS untuk meminjam lebih murah daripada negara-negara lain.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab termasuk di antara 20 negara teratas yang memegang obligasi pemerintah AS, dengan total kepemilikan sekitar 250 miliar dolar AS.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, dan Bahrain semuanya mematok mata uang mereka terhadap dolar AS.

Hal ini mengharuskan mereka untuk menyimpan sejumlah besar dolar AS, yang juga membantu mendukung mata uang tersebut.

Baca Juga: Duta Besar Mohammad Boroujerdi Puji Solidaritas Indonesia untuk Rakyat Iran di Tengah Agresi Militer

Untuk mempertahankan patokan tersebut ketika mata uang nasional mereka melemah, bank sentral membeli kembali mata uang mereka dalam dolar AS.

Sistem petrodolar dimulai sejak tahun 1974, setelah Arab Saudi setuju untuk menetapkan harga minyaknya dalam dolar dan menginvestasikan kembali dana tersebut dalam obligasi AS sebagai imbalan atas jaminan keamanan Amerika.

"Dunia menabung dalam dolar sebagian besar karena membayar dalam dolar," kata laporan tersebut.***

Tags

Terkini