internasional

Pesan Publik Perdana Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei Usai Gugurnya Ali Khamenei

Jumat, 13 Maret 2026 | 08:05 WIB
Berikut pesan publik perdana Ayatollah Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru usai gugurnya Ali Khamenei. (X.com/@Sayyid_Mojtaba)

SENAYANPOST - Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei menyampaikan pesan publik perdana di tengah perang antara Amerika Serikat - Israel dengan Iran.

Ayatollah Mojtaba Khamenei diketahui terpilih menjadi Pemimpin Tertinggi Iran ketiga setelah 85 persen dari anggota Majelis Ahli memilihnya.

Dalam pernyataan resminya, Khamenei berjanji bahwa negeri Mullah itu akan melanjutkan pembalasan terhadap serangan AS dan Israel terhadap negara itu.

Ia juga menegaskan akan menutup Selat Hormuz.

Khamenei memulai pernyataan perdananya dengan duka cita atas gugurnya sang ayahanda. 

Baca Juga: Menlu Iran Abbas Araghchi Bantah Klaim Donald Trump Terkait Rencana Teheran Serang AS

"Duduk di tempat yang pernah diduduki oleh dua pemimpin besar bangsa ini, Khomeini yang agung dan Khamenei yang gugur sebagai martir, adalah tanggung jawab yang sangat besar. Panggung ini pernah diduduki oleh seorang pria yang, setelah lebih dari enam puluh tahun berjuang di jalan Tuhan dan melepaskan kenyamanan duniawi, menjadi permata yang bersinar dan tokoh terkemuka bukan hanya di zaman kita tetapi juga dalam sejarah mereka yang memerintah negara ini," tulis Ayatollah Mojtaba Khamenei pada 12 Maret 2026, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.

Ia menyampaikan belasungkawa kepada bangsa Iran dan dunia Muslim, memuji perjuangan dan kepemimpinan pemimpin yang gugur selama beberapa dekade sambil berjanji untuk melanjutkan jalan perlawanan dan kedaulatan nasional.

Khamenei juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang terkena dampak perang AS-Israel, menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang kehilangan kerabat atau yang rumah dan mata pencahariannya rusak.

Bagi yang terluka, ia menjanjikan perawatan medis gratis dan tunjangan tambahan.

Baca Juga: Danny Citrinowicz: AS Salah Membaca Iran, Rezim Tak Akan Menyerah

Berbicara tentang kehilangan pribadinya, ia mencatat bahwa ia tidak hanya kehilangan ayahnya, tetapi juga kehilangan istri tercinta dan saudara perempuannya yang setia.

Dengan bersumpah menegakkan keadilan, Mojtaba Khamenei mengatakan negaranya tidak akan mundur dari menghadapi mereka yang bertanggung jawab atas kemartiran warga dan pemimpin Iran.

"Kami tidak akan mundur dari membalas darah para martir kami," katanya.

Halaman:

Tags

Terkini