internasional

Israel-AS Serang Iran, Sejumlah Perusahaan Minyak Tangguhkan Pengiriman Melalui Selat Hormuz

Sabtu, 28 Februari 2026 | 23:49 WIB
Kapal tanker Pertamina

SENAYANPOST - Beberapa perusahaan minyak pada Sabtu 28 Februari 2026 ini memutuskan menangguhkan pengiriman minyak mentah  melalui Selat Hormuz di tengah serangan Amerika Serikat dan Israel yang sedang berlangsung terhadap Iran dan serangan balik Iran ke wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer di negara-negara Teluk Arab. 

Sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia melewati Selat Hormuz.

INTERTANKO, salah satu asosiasi perusahaan tanker berskala internasional menyatakan bahwa Angkatan Laut AS telah memperingatkan agar tidak melakukan navigasi di area operasi—yang meliputi Teluk Persia, Teluk Oman, Laut Arab bagian utara, dan Selat Hormuz—dengan alasan bahwa keselamatan kapal netral atau kapal komersial tidak dapat dijamin.

Seperti dikutip oleh Reuters, Laura Page, direktur analisis LNG dan gas alam di Kpler, mengatakan bahwa 11 tanker LNG yang saat ini kosong muatan telah menunjukkan tanda-tanda melambat, mengubah haluan, atau berhenti di atau dekat Selat Hormuz.

"Jumlah ini kemungkinan akan meningkat dalam beberapa hari mendatang," tambahnya.

Data dari Vortexa menunjukkan bahwa rata-rata lebih dari 20 juta barel minyak mentah, kondensat, dan bahan bakar minyak melewati Selat Hormuz setiap hari tahun lalu.

Jika navigasi melalui Selat Hormuz menjadi berbahaya bagi kapal tanker minyak dan gas karena eskalasi militer saat ini antara AS dan Israel di satu sisi dan Iran di sisi lain, kapal-kapal tanker  akan membutuhkan perlindungan kapal perang AS, untuk mengamankan jalur pelayaran mereka. 

Namun, jika Selat Hormuz ditutup sepenuhnya selama beberapa hari, pasar energi akan menghadapi skenario terburuk.

Moyo Shu, seorang analis minyak senior di perusahaan pasar energi Kpler, memperkirakan Juni 2025 lalu bahwa penutupan Selat Hormuz oleh Iran bahkan hanya untuk satu hari akan mendorong harga minyak global naik hingga antara USD 120,- dan USD 150,- per barel.

Bersamaan dengan itu, maskapai penerbangan internasional membatalkan penerbangan ke tujuan di negara-negara Timur Tengah menyusul serangan terhadap Iran, setelah beberapa negara di kawasan itu menutup sementara wilayah udaranya.

Tags

Terkini