internasional

AS Isyaratkan Jalur Diplomatik, Iran Sebut Siap Terbuka untuk Kesepakatan yang Adil

Kamis, 26 Februari 2026 | 19:02 WIB
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Teheran siap terbuka dengan kesepakatan nuklir yang adil dengan AS. (Instagram.com/@araghchi)

SENAYANPOST - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menanggapi pemerintah Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya memberikan isyarat untuk jalur diplomatik.

Jalur diplomatik tersebut terkait perundingan nuklir Iran yang saat ini masih dibicarakan.

Dalam wawancara untuk Editor Urusan Luar Negeri India Today TV, Araghchi mengatakan bahwa Teheran siap menghadapi berbagai skenario seiring dengan meningkatnya tekanan diplomatik di tengah pembicaraan tidak langsung di Jenewa.

Araghchi memperingatkan bahwa bentrokan langsung antara Iran dan AS dapat dengan cepat meluas melampaui kedua negara, meningkat menjadi perang regional yang 'menghancurkan' yang melibatkan banyak negara Timur Tengah.

Baca Juga: Jarang-jarang, Presiden AS Donald Trump Lontarkan Pujian Langka pada Hamas di Pidato Kenegaraan

Pembicaraan Tak Langsung Ketiga di Jenewa

Putaran ketiga pembicaraan antara Iran dan AS dijadwalkan pada hari Kamis di Jenewa, dengan Oman bertindak sebagai mediator.

Diskusi sebelumnya dilaporkan menghasilkan 'prinsip panduan umum' untuk kerangka kerja yang mungkin, meskipun perbedaan pendapat yang signifikan masih ada, terutama mengenai pengayaan uranium dan pembatasan rudal.

Araghchi menyatakan bahwa terobosan diplomatik masih mungkin terjadi.

"Berdasarkan pemahaman dari masa lalu, kita akan membangun kesepakatan. Kesepakatan yang adil, seimbang, dan merata dapat dicapai," kata Abbas Araghchi pada 25 Februari 2026, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.

Baca Juga: 2025 Jadi Tahun Paling Mematikan bagi Jurnalis, Israel Penjajah Ada di Puncaknya

Namun, ia mengakui adanya ketidakpercayaan yang berakar pada konfrontasi masa lalu.

"Kami belum sepenuhnya yakin bahwa mereka memiliki tekad yang sungguh-sungguh untuk melakukan itu," katanya.

"Mereka melakukannya terakhir kali. Bernegosiasi dengan kami dan kemudian menyerang kami," ungkapnya.

Halaman:

Tags

Terkini