internasional

Jarang-jarang, Presiden AS Donald Trump Lontarkan Pujian Langka pada Hamas di Pidato Kenegaraan

Kamis, 26 Februari 2026 | 15:03 WIB
Presiden AS Donald Trump berikan pujian kepada Hamas dalam pidato kenegaraan State of the Union belum lama ini. (X.com/@WhiteHouse)

SENAYANPOST -  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berikan pujian kepada gerakan perlawanan Palestina, Hamas, dalam pidato kenegaraannya belum lama ini.

Dalam pidato kenegaraan atau State of the Union tersebut, Trump memuji Hamas karena telah bekerja sama dengan Israel untuk memulangkan jenazah tawanan Israel.

Lebih lanjut, dalam bagian pidato tentang perang di luar negeri, Trump mengklaim telah mengakhiri delapan perang.

"Kamboja dan Tailan. Pakistan dan India," kata Donald Trump pada 25 Februari 2026, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.

Baca Juga: 2025 Jadi Tahun Paling Mematikan bagi Jurnalis, Israel Penjajah Ada di Puncaknya

"Kosovo dan Serbia. Israel dan Iran. Mesir dan Ethiopia. Armenia dan Azerbaijan. Kongo dan Rwanda," tambahnya.

"Dan, tentu saja, perang di Gaza, yang berlangsung pada tingkat yang sangat rendah, hampir berakhir," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu juga, Trump berterima kasih kepada menantu dan penasihatnya, Jared Kushner, utusan Timur Tengahnya, Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Ia mengatakan bahwa ia telah menegosiasikan pemulangan semua tawanan Israel, baik yang hidup maupun yang mati, menambahkan 'tidak ada yang mengira itu mungkin'.

"Kita berhasil mendapatkan mereka kembali, tetapi kita hanya mendapatkan kembali 14 atau 15 dari 28 orang yang tewas, dan percaya atau tidak, Hamas bekerja sama dengan Israel, dan mereka terus menggali dan menggali," kata Trump, merujuk pada upaya untuk menemukan jenazah 28 tawanan.

Baca Juga: Pengamat: AS Salah Baca Iran, Tekanan Justru Perkuat Rezim Ali Khamenei

"Ini sulit, ini hal yang sulit untuk dilakukan, memeriksa jenazah di mana-mana. Terkadang melewati 100 jenazah untuk setiap satu yang mereka temukan, pekerjaan yang sulit," tambahnya.

Trump menyiratkan bahwa ratusan jenazah Palestina dilewati untuk menemukan tawanan Israel.

"Mereka akhirnya berhasil mendapatkan kembali 27 orang dan kemudian, Steve dan Jared, mereka berhasil mendapatkan kembali 28 orang, mereka menemukan semuanya, tidak ada yang mengira itu mungkin tetapi kita berhasil," kata Trump.

Halaman:

Tags

Terkini