SENAYANPOST - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov telah mengkonfirmasi bahwa Rusia memediasi pembicaraan antara Iran dan Israel mengenai isu-isu keamanan regional.
Menanggapi laporan media bahwa pada akhir tahun 2025, Moskow berperan sebagai mediator dalam pembicaraan antara Teheran dan Tel Aviv tentang pencegahan Iran dan Israel saling menyerang, ia mengkonfirmasi bahwa pembicaraan tersebut memang terjadi.
"Karena ini telah bocor ke media, saya hanya akan mengatakan bahwa kontak tersebut diprakarsai oleh mediator kami, baik dengan Israel maupun Iran," katanya pada konferensi pers yang merangkum hasil diplomasi Rusia pada tahun 2025 sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari TASS News Agency pada 20 Januari 2026.
Baca Juga: Prabowo Ajak Inggris Garap Proyek Energi Hijau dan Super Grid di Indonesia
"Dan kami selalu siap, jika diminta, untuk menawarkan jasa baik kami, tetapi kami tidak pernah memaksakan jasa baik kami," tambahnya.
"Ketika kami dibutuhkan, kami selalu merespons. Ini adalah prinsip kami," tegasnya.
Di tengah ketegangan hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, Israel menyatakan siap untuk skenario apa pun.
Pihak Israel mengatakan bahwa mereka telah belajar banyak dari Operasi Rising Lion.
Operasi Rising Lion tersebut merujuk pada serangan 12 hari antara Iran dan Israel pada Juni tahun lalu.
"Pelajaran dari Operasi 'Rising Lion' telah diterapkan," kata Kepala Staf Umum IDF Eyal Zamir.
Baca Juga: Timur Tengah Memanas, AS Masih Buka Opsi Dialog dengan Iran, Putin Ingatkan Situasi Genting
Zamir mengatakan bahwa Israel siap 'untuk menggunakan kemampuan ofensif yang belum pernah terjadi sebelumnya' selama upaya apa pun untuk menyerangnya.
"IDF siap untuk menggunakan kemampuan ofensif yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan intensitasnya terhadap setiap upaya untuk membahayakan Negara Israel," katanya.
"Kami sepenuhnya siap secara defensif untuk setiap skenario," tambahnya.