internasional

Pernah Diburu AS, Presiden Sementara Suriah Ahmad Al Sharaa Sebut Label Teroris Sering Dipolitisasi

Minggu, 7 Desember 2025 | 17:00 WIB
Presiden sementara Suriah Ahmad Al Sharaa yang dulu dikenal Abu Mohammad al Jolani sempat jadi buruan teroris AS. (X.com/@SyPresidency)

SENAYANPOST - Presiden sementara Suriah, Ahmad Al Sharaa menanggapi pertanyaan soal masa lalunya yang sempat menjadi teroris buruan Amerika Serikat (AS).

Ahmad Al Sharaa, yang dulunya dikenal sebagai Abu Mohammad Al Jolani sempat dibanderol 10 juta dolar AS sampai akhirnya menggulingkan rezim Bashar Al Assad.

Di Forum Doha 2025, Al Sharaa mengungkapkan apa definisi terorisme. Ia berpendapat bahwa label tersebut seringkali dipolitisasi.

"Teroris adalah orang yang membunuh warga sipil tak berdosa, anak-anak, dan perempuan, tanpa pembenaran, seperti yang terjadi di Gaza, di mana lebih dari 60.000 warga Palestina terbunuh tanpa alasan," kata Ahmad Al Sharaa pada 6 Desember 2025, dikutip SenayanPost.com dari Sana News Agency.

Ia pun membandingkan dengan apa yang dilakukan oleh rezim Suriah sebelumnya, Bashar Al Assad yang berkuasa dua dekade terakhir.

Baca Juga: 'Pernah ke Suriah' Bukan Ijazah Geopolitik: Membedah Bias Influencer di Media Sosial

"Lalu, pertimbangkan apa yang dilakukan rezim kriminal di Suriah, yang membunuh, menggusur, dan mengubur ratusan ribu orang, sementara 250.000 lainnya masih hilang. Lihat juga Irak dan Afghanistan. Mereka yang membunuh warga tak berdosa di negara-negara ini dan melabeli orang lain sebagai teroris adalah teroris yang sebenarnya," lanjutnya.

Selain bicara soal masa lalunya, Al Sharaa menguraikan visinya di Suriah untuk menciptakan stabilitas dan upayanya untuk membangun kembali institusi-institusi dalam sesi panel di forum tersebut.

Diketahui, forum yang diselenggarakan di ibu kota Qatar dan mengusung tema "Memantapkan Keadilan: Dari Janji Menuju Realitas Nyata".

Diwawancarai jurnalis CNN Christiane Amanpour, Al Sharaa menggambarkan masa lalu Suriah yang penuh gejolak.

Baca Juga: Utusan Khusus AS untuk Suriah: Damaskus Bakal Bantu Kami Hadapi dan Bongkar Sisa-sisa ISIS, IRGC, Hamas, dan Hizbullah

Ia mengatakan bahwa negara tersebut telah mengalami isolasi selama puluhan tahun, sanksi yang melumpuhkan, dan kebijakan rezim sebelumnya yang mendorong sebagian besar komunitas internasional untuk berpaling.

"Pada saat ini tahun lalu, kami sedang bersiap memasuki Damaskus. Setelah pembebasan, Suriah memulihkan banyak hubungan internasionalnya," ungkapnya.

Al Sharaa menekankan bahwa Suriah telah bergeser dari kawasan yang rentan terhadap krisis menjadi model potensial bagi stabilitas regional.

Halaman:

Tags

Terkini