Hamas mengalami kendala teknis dalam menemukan lebih banyak jenazah, ujarnya, seraya menambahkan bahwa pihak internasional seperti Turki atau AS akan membantu pencarian jika diperlukan.
Seorang pejabat senior Turki mengatakan pekan lalu bahwa Turki akan berpartisipasi dalam satuan tugas gabungan bersama Israel, AS, Qatar, dan Mesir untuk menemukan jenazah-jenazah tersebut.
Hamas setuju pada 4 Oktober untuk membebaskan para sandera dan menyerahkan pemerintahan kepada komite teknokratis, tetapi mengatakan hal-hal lain perlu ditangani dalam kerangka kerja Palestina yang lebih luas.
Hamas membebaskan semua sandera yang masih hidup pada hari Senin. Nazzal mengatakan negosiasi tahap kedua akan segera dimulai.***